oleh : Wahyu Novyan
15 September 2009 jam 11:35
Awal Ramadhan 1429 H,
Saat itu, aku dan salah seorang rekanku bersilaturahim ke seorang relasi yang menjabat kepala divisi di sebuah kantor regional BUMN ternama di Indonesia. Ia mengeluhkan mahalnya biaya persalinan karyawan BUMN tersebut yang harus ditanggung perusahaannya. Persalinannya dengan operasi Caesar. Kepala divisi tersebut bahkan sampai menyamakan profesi dokter, khususnya dokter spesialis kandungan dengan (maaf) pelaku pemerasan. “Ya, masak biaya persalinan sampai lebih dari dua puluh juta rupiah. Itu buat apa aja?” katanya dengan nada agak tinggi. “Memang kita perusahaan komersial, tapi ya itu tetap mahal sekali.” Ia pun mengeluhkan tentang hilangnya nilai sosial dari pada profesional di bidang kesehatan itu.
Berselang beberapa waktu kemudian, di lokasi yang berbeda, kali ini di kantorku, Kantor Lembaga Manajemen Infaq. Aku jumpa Kawan karibku yang satu ini ini. Sudah lama aku tak copy darat dengannya. Maklum, profesinya sebagai PR di sebuah perusahaan minuman berlevel internasional, membuatnya sibuuuk sekaliii.
Di akhir ramadhan, ketika menunaikan kewajiban zakatnya, ia bercerita bahwa anaknya juga dilahirkan secara Caesar di sebuah Rumah Sakit Bersalin top di Surabaya. Ia bilang biayanya mendekati kisaran 20juta. “Alhamdulillah semua ditanggung perusahaan. Kalau biaya sendiri, uang dari mana?” sergahnya padaku.
Akhir Ramadhan 1430H,
Malam itu, salah seorang rekanku di LMI, bercerita tentang persalinan anak keduanya yang juga Caesar. Biaya yang dibutuhkan juga cukup banyak, mencapai 9 juta-an... itu sudah pilih-pilih RS Swasta yang kelas menegah.... mungkin ia khawatir di RS plat merah, meski biaya relatif terjangkau (baca: murah) tidak dapat layanan memadai, ini sebagaimana rahasia umum..
Rekan saya itu pun mengatakan, untuk sebuah kesehatan memang tidak ternilai harganya...
Subhanallah...
Aku langsung terbayang saudara-saudara kita yang jauh dari kemapanan ekonomi. Bagaimana mereka menjalani persalinan anak-anak mereka? darimana biayanya? Jangankan untuk biaya operasi Caesar yang mencapai puluhan juta rupiah, sekedar membayar bidan saja mungkin tiada kemampuan. Belum lagi untuk tetek bengek pra dan pasca persalinan, untuk popok dan bedak bayi, untuk susu dan makanan bayi, dan lain sebagainya. Bagaimana anak-anak bangsa ini akan tumbuh sehat dan kuat, bila sejak lahir berkekurangan..?
Allahu Akbar...Engkau Maha Besar ya Allah...
==============
Sahabat, di awal tahun 2009, kita dikejutkan oleh sebuah fenomena dahsyat tentang batu bertuah Ponari, bocak kecil asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Konon, Ponari kecil bisa menyembuhkan aneka penyakit menggunakan batu bertuah tersebut. Orang pun berbondong-bondong mendatangi tempat Ponari praktek. Lokasi sempit, diserbu ribuan manusia yang berjejalan, bencana pun terjadi. puluhan orang pingsan, terjatuh, terinjak-injak. Bahkan beberapanya meninggal dunia. Astaghfirullah... begitu murahnya harga nyawa manusia negeri ini.
Di negeri ini, orang bisa mati dengan banyak cara yang aneh..mengenaskan.....
Di negeri ini, semuanya serba berbiaya. Orang bilang “Buang air kecil saja bayar”. Apalagi berobat. Makanya, tidak heran bila pengobatan ala Ponari dan sejenisnya, bisa laku keras! Soale, murah-meriah-manjur!
Buat sebagian masyarakat kita yang masih dibawah garis kemiskinan, ekonomi pas-pasan atau ‘senin-kamis’...berobat ke dokter atau RS, apatah lagi medical checkup rutin untuk mencegah penyakit parah, adalah barang mahal. Buat makan aja susah..
Lalu bagaimana ketika mereka sakit dan harus berobat ke dokter atau RS? Mereka nyaris gak pernah dapat layanan kesehatan memadai. Kalaupun mereka pengguna askes-maskin, apakah mereka dapat pelayanan prima sebagaimana para pasien kelas atas? Ya, minimal pelayanan yang nguwongke (memanusiakan, red) lah. Masak mau disamakan dengan hewan semisal kambing atau sapi yang bisa diinapkan di kandang super bau...
mmmhhhm..mungkin aku berlebihan mendramatisasi ya...tapi aku pernah lihat di rumah sakit pemerintah kelas bangsal, ya begitu itu. Boro-boro ada senyuman manis dan sapaan hangat para dokter dan perawat, disambangi aja udah mending... nasiiib jadi orang kecil ya..
++++++++++
Anda pernah dengar nama RUMAH SEHATi?
Ya. ini adalah sebuah program layanan kesehatan terpadu untuk masyarakat tak mampu.... Betul, untuk saudara-saudara kita yang kurang secara ekonomi.... penggagasnya adalah kawan2 Lembaga Manajemen Infaq (LMI)...sebuah organisasi nirlaba yang berkhidmat pada pemberdayaan masyarakat..
Saat ini, RUMAH SEHATi baru ada satu di lokasi Bratang Gede Surabaya...masih ngontrak lagiii...maklum dana swadaya dari masyarakat. So, very limited...
Layanan yang tersedia berupa persalinan dan pengobatan umum...
biayanya itu lho, sangat murah...bahkan bisa gratis untuk pasien tertentu...maksudnya pasien yang (tentunya) masuk kategori dhuafa alias miskin...
program ini udah jalan hampir 2 tahun lho... alhamdulillah udah lebih dari 100 orang ibu bersalin Cuma-Cuma alias gratis..dan ribuan orang lain dapat layanan pengobatan murah..
Saat ini, si LMI dapat kepercayaan untuk mengelola sebidang tanah waqaf di daerah Barata Jaya...
Di tanah ini, mulai dibangun RUMAH SEHATi permanen! Alias gak ngontrak lagi...supaya pasien dhuafa lebih nyaman berobat. Karena lokasinya gak pindah-pindah...tul kan?
Di RUMAH SEHATi (permanen) ini, bahkan direncanakan akan ditambah layanan kesehatannya. Ada poli umum, ada poli gigi, layanan persalinan juga tetap ada. Dan ada laboratorium! Jadi buat kaum tak berpunya, bisa tuh dapat medical checkup murah atau bahkan GRATIS!!
Ditambah lagi ada Mobile Medical Rescue-nya lho... sebuah layanan pengobatan mobile alias berkeliling....LMI menyebutnya MOBIL SEHATi...kerenkan namanya?..
MOBIL SEHATi ini juga akan menjalankan fungsi edukasi kesehatan dengan metode jemput bola....Dengan begini, akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya hidup sehat, dan mendapatkan layanan kesehatan memadai.
Dengan RUMAH SEHATi, LMI juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak bangsa ini. Senang kan bila kita jadi bangsa ya sehat?
Ayo, kawan kita dukung penuh RUMAH SEHATI-LMI, dengan dukungan riil dan konkret.
Agar semakin banyak lagi saudara-saudara kita yang tersenyum bahagia, karena kesehatan mereka terperhatikan. Insya Allah...
for further info:
031-599 8484,
031-7048 4848
ato my private number
0816 52 6868
Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq
Zakat
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7373
Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandiri no. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835
Waqaf:
BCA no. 5200 60 3399
Bank Mandiri no. 141 000 780 4636
Bank Permata Syariah no. 2901 452655
Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7342
Tidak ada komentar:
Posting Komentar