Selamat datang di Blog Saya....

Jangan Lupa Tinggalkan Comment Anda...

Rabu, 26 Mei 2010

Imunisasi Berbahaya

Tulisan ini saya ambil dari tulisan Tio Alexander yang memaparkan adanya konspirasi dalam program imunisasi yang digalakkan pemerintah. Semoga menjawab semua ke ingin tahuan sahabat semua, meski ini hanya sebagian. Ada banyak buku yang bisa menjadi referensi. Silahkan menambah pengetahuan dengan membaca buku-buku tentang bahaya imunisasi.

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Dan kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :

The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis. :shock:

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”

~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”

Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.

Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?

Menurut penelitian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.

Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?

DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.

Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?

Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.

Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin.

Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3

Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :

“Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”

Imamat 11 : 7-8

Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?

1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.

Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda

Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.

“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan ITB

Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.

Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.

2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :

Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.

Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”

Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.

3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.

Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.

4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi

Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.

5. Sifat aneh babi lainnya.

“Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.

Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.

Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).

Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”

~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.

* Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
* Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
* Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
* Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
* Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
* Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
* Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
* Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
* Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
* Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
* Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
* Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
* Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
* Dan masih banyak lagi.

Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.

Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.

Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.

Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.

Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.

Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?

Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr

Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.

Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.

Penutup

Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6

Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.

Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua. :)

Rabu, 17 Maret 2010

Gembala jujur

Abu Bakar r.a. Ketika menjadi khalifah kerapkali menginspeksi keadaanrakyatnya dan wilayahnya sampai... ke pelosok negeri hanya dengan berjalan kaki. Hingga pada suatu hari ia berjalan ke padang rumput dekat pegunungan. Udara sangat sejuk tapi tenggorokannya kering kehausan. Dilihatnya seorang penggembala sedang menggembalakan dombanya. Abu Bakar pun memanggilnya, bermaksud meminta air.“Hai penggembala! Penggembala!”, teriaknya sambil melambaikan tangan.“Ada apa, tuan? Ada perlu apa denganku?” jawab penggembala sambil mendatangi Abu Bakar r.a.“Aku kehausan, mungkin engkau bisa memberiku air susu untukku. Akuingin membeli susu dari domba gembalaanmu. Aku lelah berjalan seharian dan tenggorokanku kering. Mungkin air susu domba ini dapat menyegarkan badan dan menghilangkan dahagaku.” kata Abu Bakar r.a.“Maaf, tuan. Aku hanya penggembala. Domba-domba ini bukan milikku.Pemiliknya ada di balik gunung itu. Aku tidak dapat bertransaksi dengantuan. Namun, jika tuan kehausan dan ingin mendapatkan air susu domba ini, tuan boleh mengambilnya. Nanti aku akan memintakan izin pada pemiliknya atau kupotongkan upahku untukmu.”jawab penggembala.Abu Bakar terkesan dengan kebaikan hati sang penggembala, ia ingin menguji iman sang penggembala.“Hai penggembala, bagaimana jika kubeli saja domba yang gemuk ini. Satu ini saja. Ini uangnya. Ambillah.” desak Abu Bakar r.a.“Maaf tuan, domba ini bukan milikku, aku hanya menggembalakannya. Jika tuan ingin membelinya, aku akan mengantar tuan ke pemiliknya.” kata penggembala sambil mengembalikan uangnya.“Tapi kau kan dapat mewakilinya. Begini saja, kubeli domba ini dan iniuangnya. Katakan saja pada pemiliknya dombanya hilang atau dimakanserigala. Bukankah daerah ini banyak serigala? Lagipula dengan banyaknya domba pemiliknya tidak akan tahu telah kehilangan seekor. apa pemiliknya menghitung setiap hari? Ambillah, akan kubawa domba ini. Tak akan ada yang tahu.” desak Abu Bakar r.a. lagi.“Tuan benar. Tak akan ada seorang pun yang tahu kecuali kita. Danserigala memang banyak berkeliaran di daerah ini. Majikanku juga tidakpernah menghitung jumlah dombanya. Semuanya dipercayakan padaku.” jawab penggembala. “Tapi tuan, katakan padaku, dimanakah Allah? Yang Maha Melihat, Maha Mendengar, Yang Selalu Mengawasi dan Yang Tak Pernah Tidur? Dimanakah Allah, wahai tuan?”Abu Bakar tersenyum, sangat terkesan dengan jawaban penggembala itu.Hatinya terharu, tak menyangka di tengah padang rumput, di balikgunung, ada seseorang yang begitu agung dan teeguh imannya. Gembira hatinya menyaksikan kualitas iman rakyatnya meski berada di pelosok negeri.Sesungguhnya denyut hati yang tersirat atau bisikan di tengah kegelapan malam, semuanya selalu dalam pengawasanNya...Oleh : Ahmad Ali Akbar Albantani

Doktor Cilik Penghafal Al Quran dari Iran

Subhaanallah… Demikian kata yang patut kita ucapin tatkala ...melihat sesuatu yang mencengangkan dan membuat kita kagum / takjub ketika melihat segala sesuatu yang Allah ciptakan dimuka bumi ini.Ya…, inilah keajaiban / mukjzat Abad 20 , menghebohkan dan menggetarkan hati, seorang bocah 7 tahun meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, Karena Hafal dan Faham alquran.Simak saja pernyataan dari Mohsen Qiraati ( Mufasir kontemporer Iran ) “Saya telah menggeluti Al-quran selama lebih dari 20 tahun, namun kini kembali menjadi murid yang harus menulis catatan di buku pelajaran. Apapun yang ia ( Husein ) katakan, saya catat, saya bangga menyatakan diri sebagai murid dari guru yang masih berusia 5 tahun ini “Lelaki cilik itu datang dari sebuah negeri yang sangat jauh, Negeri Persia ( Iran ). Di negerinya sendiri, dia sudah sangat terkenal sejak usianya baru 5 tahun. Kini di sebuah negeri berperadaban Barat, lelaki cilik itu menjalani ujian selama 210 menit, dalam 2 x pertemuan. Ujiannya meliputi :- Menghafal alquran dan menerjemahkan ke dalam bahasa ibu,- Menerangkan topik ayat al-quran,- Menafsirkan dan menerangkan ayat Al Qur’an - bercakap cakap dengan menggunakan ayat2x al-quran, dan- menerangkan makna alquran dengan metode isyarat tangan.Setelah ujian selesai nilai hasil ujian yang diraihnya adalah 93Menurut standart yang ditetapkan Hijaz College Islamic University, Inggris, Peraih nilai ::: 60-70 diberi sertifikat Diploma,:: 70-80 Sarjana Kehormatan,:: 80-90 Magister Kehormatan,:: Diatas 90 Doktor Kehormatan ( honoris causa )Tepat tgl 19 Februari 1998, Lelaki cilik itupun menerima ijasah Doktor Honoris Causa dalam bidang “ Science of the Retention of The Holy Quran “Wat an amazing boy…, Subhanallah…Lelaki cilik itu bernama lengkap Sayyid Muhammad Husein Tabataba’
Oleh : قاسمان Alfaridzi

Rabu, 03 Maret 2010

Puisi-puisi Soe Hok Gie

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
Di bawah ini ada sebuah puisi Gie yang kita tak tahu judulnya. kiranya ada yang tahu, sila lah berbagi info pada kami.

(Puisi Gie)

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Selasa, 16 Februari 2010

Tak Bisa Kelain hati

Jika engkau
melihat sepasang suami istri
berusia sepuh
berpegang mesra...
berjalan pagi bersama.

apa yang menyebabkan
cinta mereka bisa bertahan selama itu......

Jangan pernah....
jangan pernah....

engkau membayangkan
mereka menjalani cinta itu dengan mudah.

mereka saat ini
sedang memanen manisnya cinta
di pengujung usia

tapi dalam rentang waktu mereka
ada
mendung dilangit rumahnya
dan ada pelangi
menghias hati mereka

itulah proses
MERAWAT CINTA.....

selalu ada perbaikan disana...
menumbuhkan cinta
yang mekar di hati pasangannya
dengan kebajikan
bukan sekedar kata

Senyum yang lembut,
kata-kata yang baik,
belaian kasih,
saat-saat melayani,
hadiah-hadiah kecil,
hubungan fisik yang intim dan intensif,
perjalanan bersama

adalah kebajikan itu

adalah proses
merawat cinta itu.....

untuk satu tujuan:

merawat jiwanya
merawat cintanya.......

Jika tanpa itu

Percayalah.......

Jiwanya akan terpisah dari jiwamu.

Hubungan akan terasa hambar
yang ada hanya keterpaksaan
sekedar menggugurkan kewajiban........

Sahabat
Cucilah baju anakmu....
cucillah piring bekas makanmu....
atau pijitlah pundak suamimu

maka engkau saat itu juga
sedang merawat Cintamu
Cinta suamimu

agar esok
yang jalan pagi
disini
ya
disini
engkau dan suamimumu.....

dan itu
adalah Cinta
Yang Tak bisa kelain hati

Manis
terasa
di pengujung senja usiamu...................
dan
yang ada hanya cinta

Senin, 04 Januari 2010

Berkah Sedekah

oleh: Wahyu Novyan
Rabu, 090909
Aha, hari ini aku dapat dua undangan luar biasa, dari 2 sosok manusia yang juga luar biasa.
Pertama, undangan berbuka dari seniorku, yang juga sudah ku anggap kakak serta mentorku, yang juga donatur LMI. Zainal Abidin, namanya. Dosen UPN yang terkenal gaul dan selalu energik.
Hari itu, anak ketiganya, Fathurrahman Abidin genap berusia 4 tahun. Bertepatan dengan Ramadhan mulia, Mas Abi, sapaan akrab Zainal Abidin, menyelenggarakan tasyakuran dan buka bersama anak-anak yatim Yayasan Amanah, binaan LMI.
Acara berlangsung seru, penuh kebahagiaan. Mas Abi dan Keluarga berbaur bersama para Anak yatim, para mahasiswa/i UPN yang juga jadi seksi sibuk, dan tak ketinggalan para punggawa LMI.
Mas Abi pernah berkata padaku, “Aku mau banyak berbagi rejeki kepada sekelilingku.” Ia ingin silaturahimnya dengan banyak orang bisa terjaga dengan cara berbagi kepadulian.
“Tak heran rizki yang Allah berikan kepadanya seolah tiada pernah putus. Terus mengalir tiada henti”. Demikian batinku.

Acara kedua, undangan salah seorang teman, kolega, dan guru bagiku. Muhammad Anwar Sani, namanya. Seorang pegiat zakat di salah satu LAZ terkemuka di jakarta. Sosok yang rendah hati dan energik.
Siang hari itu, ia SMS kepadaku. Ia mengatakan bahwa ia sedang berada di Surabaya untuk undangan sebuah resto makanan Jepang bertaraf nasional. Ia mengajakku bertemu. Aku pun merespon undangannya. “Ok, kita ketemu setelah sholat isya-tawarih ya” balasku via SMS.
Kami pun bertemu di lobi sebuah hotel berbintang 4 di tengah kota Surabaya.
“Enak juga ya jadi ustadz. Kemana-mana diantar” ujar Mas Sani, panggilan karibnya, mengawali perjumpaan. Seperti biasa, sosok satu ini selalu bersahaja.
Singkat cerita, kami, Saya, Mas Sani dan Dicky (rekan saya di LMI), berdiskusi di kamar hotel. Mas Sani mengatakan bahwa ia diundang resto tersebut untuk berceramah di beberapa outlet resto tersebut mulai Jakarta, Bandung, dan Surabaya. “Lumayan padat jadwal saya Ramadhan ini,” kata Mas Sani.
Ia pun mulai bercerita seputar aktivitasnya di dua lembaga sosial, yang satu Lembaga Amil Zakat, satu lagi Lembaga Pengelola Sedekah ternama di Jakarta. Termasuk pengalaman spiritualnya yang berkaitan dengan bersedekah.
“Intinya sedekah sampe pool-poolan (habis-habisan),”ujarnya dengan aksen betawi. Ia bilang, kalau sedekah “nanggung” alias sedikit, tidak akan terasa impactnya kepada kita.
“Saya pernah sedekahkan mobil saya. Mobil itu saya beli kredit, Dp-nya utang lagi. Saat itu mobil tersebut saya rentalkan. Hasil rentalnya saya pake bayar cicilan bulanan selama 4 tahun. Saat Itu masih cicilan kurang 2 tahun. Eh kata Ustadz (Ust. Yusuf Mansur) disuruh sedekah. Saya sempat pikir-pikir. Akhirnya saya jalanin (sedekah). Subhanallah, sekarang saya malah dapet 2 mobil. Walaupun keduanya mobil operasional (di dua lembaga tadi), tapi saya bisa pake tiap hari. Daripada dulu, saya punya mobil, eh gak bisa nikmatin pake, karena direntalkan.
Karena sedekah, Mas Sani mendapat banyak sekali balasan kenikmatan dari Allah. “Saya dapat Laptop setelah sedekah komputer. Saya pernah dapet umroh gratis. Ini blackberry (sambil menunjukkan gadget yang lagi ngetren itu) juga dikasih orang, gak beli. Saya sedekah rumah, dapat rumah baru. Semuanya karena sedekah yang dibalas Allah SWT.”
Kata Mas Sani, keajaiban sedekah memang tidak bisa dinalar dengan logika matematis. Semuanya misteri Allah. Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT.

Sahabat, satu lagi kenikmatan bersilaturahim saya rasakan. Ayo perbanyak saudara dengan ber silaturahim dan berbagi kepada sesama dengan berderma.
Zzzzz....Zakat,Yuk!


Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq

Zakat:
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandirino. 008010 7373

Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandirino. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835

Waqaf:
Bank Permata Syariahno. 2901 452655

Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandirino. 008010 7342

Kesehatan = Harga Mahal?

oleh : Wahyu Novyan
15 September 2009 jam 11:35
Awal Ramadhan 1429 H,
Saat itu, aku dan salah seorang rekanku bersilaturahim ke seorang relasi yang menjabat kepala divisi di sebuah kantor regional BUMN ternama di Indonesia. Ia mengeluhkan mahalnya biaya persalinan karyawan BUMN tersebut yang harus ditanggung perusahaannya. Persalinannya dengan operasi Caesar. Kepala divisi tersebut bahkan sampai menyamakan profesi dokter, khususnya dokter spesialis kandungan dengan (maaf) pelaku pemerasan. “Ya, masak biaya persalinan sampai lebih dari dua puluh juta rupiah. Itu buat apa aja?” katanya dengan nada agak tinggi. “Memang kita perusahaan komersial, tapi ya itu tetap mahal sekali.” Ia pun mengeluhkan tentang hilangnya nilai sosial dari pada profesional di bidang kesehatan itu.

Berselang beberapa waktu kemudian, di lokasi yang berbeda, kali ini di kantorku, Kantor Lembaga Manajemen Infaq. Aku jumpa Kawan karibku yang satu ini ini. Sudah lama aku tak copy darat dengannya. Maklum, profesinya sebagai PR di sebuah perusahaan minuman berlevel internasional, membuatnya sibuuuk sekaliii.
Di akhir ramadhan, ketika menunaikan kewajiban zakatnya, ia bercerita bahwa anaknya juga dilahirkan secara Caesar di sebuah Rumah Sakit Bersalin top di Surabaya. Ia bilang biayanya mendekati kisaran 20juta. “Alhamdulillah semua ditanggung perusahaan. Kalau biaya sendiri, uang dari mana?” sergahnya padaku.


Akhir Ramadhan 1430H,
Malam itu, salah seorang rekanku di LMI, bercerita tentang persalinan anak keduanya yang juga Caesar. Biaya yang dibutuhkan juga cukup banyak, mencapai 9 juta-an... itu sudah pilih-pilih RS Swasta yang kelas menegah.... mungkin ia khawatir di RS plat merah, meski biaya relatif terjangkau (baca: murah) tidak dapat layanan memadai, ini sebagaimana rahasia umum..
Rekan saya itu pun mengatakan, untuk sebuah kesehatan memang tidak ternilai harganya...

Subhanallah...
Aku langsung terbayang saudara-saudara kita yang jauh dari kemapanan ekonomi. Bagaimana mereka menjalani persalinan anak-anak mereka? darimana biayanya? Jangankan untuk biaya operasi Caesar yang mencapai puluhan juta rupiah, sekedar membayar bidan saja mungkin tiada kemampuan. Belum lagi untuk tetek bengek pra dan pasca persalinan, untuk popok dan bedak bayi, untuk susu dan makanan bayi, dan lain sebagainya. Bagaimana anak-anak bangsa ini akan tumbuh sehat dan kuat, bila sejak lahir berkekurangan..?
Allahu Akbar...Engkau Maha Besar ya Allah...

==============

Sahabat, di awal tahun 2009, kita dikejutkan oleh sebuah fenomena dahsyat tentang batu bertuah Ponari, bocak kecil asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Konon, Ponari kecil bisa menyembuhkan aneka penyakit menggunakan batu bertuah tersebut. Orang pun berbondong-bondong mendatangi tempat Ponari praktek. Lokasi sempit, diserbu ribuan manusia yang berjejalan, bencana pun terjadi. puluhan orang pingsan, terjatuh, terinjak-injak. Bahkan beberapanya meninggal dunia. Astaghfirullah... begitu murahnya harga nyawa manusia negeri ini.
Di negeri ini, orang bisa mati dengan banyak cara yang aneh..mengenaskan.....

Di negeri ini, semuanya serba berbiaya. Orang bilang “Buang air kecil saja bayar”. Apalagi berobat. Makanya, tidak heran bila pengobatan ala Ponari dan sejenisnya, bisa laku keras! Soale, murah-meriah-manjur!
Buat sebagian masyarakat kita yang masih dibawah garis kemiskinan, ekonomi pas-pasan atau ‘senin-kamis’...berobat ke dokter atau RS, apatah lagi medical checkup rutin untuk mencegah penyakit parah, adalah barang mahal. Buat makan aja susah..
Lalu bagaimana ketika mereka sakit dan harus berobat ke dokter atau RS? Mereka nyaris gak pernah dapat layanan kesehatan memadai. Kalaupun mereka pengguna askes-maskin, apakah mereka dapat pelayanan prima sebagaimana para pasien kelas atas? Ya, minimal pelayanan yang nguwongke (memanusiakan, red) lah. Masak mau disamakan dengan hewan semisal kambing atau sapi yang bisa diinapkan di kandang super bau...
mmmhhhm..mungkin aku berlebihan mendramatisasi ya...tapi aku pernah lihat di rumah sakit pemerintah kelas bangsal, ya begitu itu. Boro-boro ada senyuman manis dan sapaan hangat para dokter dan perawat, disambangi aja udah mending... nasiiib jadi orang kecil ya..

++++++++++

Anda pernah dengar nama RUMAH SEHATi?
Ya. ini adalah sebuah program layanan kesehatan terpadu untuk masyarakat tak mampu.... Betul, untuk saudara-saudara kita yang kurang secara ekonomi.... penggagasnya adalah kawan2 Lembaga Manajemen Infaq (LMI)...sebuah organisasi nirlaba yang berkhidmat pada pemberdayaan masyarakat..
Saat ini, RUMAH SEHATi baru ada satu di lokasi Bratang Gede Surabaya...masih ngontrak lagiii...maklum dana swadaya dari masyarakat. So, very limited...
Layanan yang tersedia berupa persalinan dan pengobatan umum...
biayanya itu lho, sangat murah...bahkan bisa gratis untuk pasien tertentu...maksudnya pasien yang (tentunya) masuk kategori dhuafa alias miskin...
program ini udah jalan hampir 2 tahun lho... alhamdulillah udah lebih dari 100 orang ibu bersalin Cuma-Cuma alias gratis..dan ribuan orang lain dapat layanan pengobatan murah..

Saat ini, si LMI dapat kepercayaan untuk mengelola sebidang tanah waqaf di daerah Barata Jaya...
Di tanah ini, mulai dibangun RUMAH SEHATi permanen! Alias gak ngontrak lagi...supaya pasien dhuafa lebih nyaman berobat. Karena lokasinya gak pindah-pindah...tul kan?

Di RUMAH SEHATi (permanen) ini, bahkan direncanakan akan ditambah layanan kesehatannya. Ada poli umum, ada poli gigi, layanan persalinan juga tetap ada. Dan ada laboratorium! Jadi buat kaum tak berpunya, bisa tuh dapat medical checkup murah atau bahkan GRATIS!!
Ditambah lagi ada Mobile Medical Rescue-nya lho... sebuah layanan pengobatan mobile alias berkeliling....LMI menyebutnya MOBIL SEHATi...kerenkan namanya?..
MOBIL SEHATi ini juga akan menjalankan fungsi edukasi kesehatan dengan metode jemput bola....Dengan begini, akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya hidup sehat, dan mendapatkan layanan kesehatan memadai.
Dengan RUMAH SEHATi, LMI juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak bangsa ini. Senang kan bila kita jadi bangsa ya sehat?

Ayo, kawan kita dukung penuh RUMAH SEHATI-LMI, dengan dukungan riil dan konkret.
Agar semakin banyak lagi saudara-saudara kita yang tersenyum bahagia, karena kesehatan mereka terperhatikan. Insya Allah...


for further info:
031-599 8484,
031-7048 4848

ato my private number
0816 52 6868


Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq

Zakat
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7373

Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandiri no. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835

Waqaf:
BCA no. 5200 60 3399
Bank Mandiri no. 141 000 780 4636
Bank Permata Syariah no. 2901 452655

Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7342