Selamat datang di Blog Saya....

Jangan Lupa Tinggalkan Comment Anda...

Senin, 04 Januari 2010

Berkah Sedekah

oleh: Wahyu Novyan
Rabu, 090909
Aha, hari ini aku dapat dua undangan luar biasa, dari 2 sosok manusia yang juga luar biasa.
Pertama, undangan berbuka dari seniorku, yang juga sudah ku anggap kakak serta mentorku, yang juga donatur LMI. Zainal Abidin, namanya. Dosen UPN yang terkenal gaul dan selalu energik.
Hari itu, anak ketiganya, Fathurrahman Abidin genap berusia 4 tahun. Bertepatan dengan Ramadhan mulia, Mas Abi, sapaan akrab Zainal Abidin, menyelenggarakan tasyakuran dan buka bersama anak-anak yatim Yayasan Amanah, binaan LMI.
Acara berlangsung seru, penuh kebahagiaan. Mas Abi dan Keluarga berbaur bersama para Anak yatim, para mahasiswa/i UPN yang juga jadi seksi sibuk, dan tak ketinggalan para punggawa LMI.
Mas Abi pernah berkata padaku, “Aku mau banyak berbagi rejeki kepada sekelilingku.” Ia ingin silaturahimnya dengan banyak orang bisa terjaga dengan cara berbagi kepadulian.
“Tak heran rizki yang Allah berikan kepadanya seolah tiada pernah putus. Terus mengalir tiada henti”. Demikian batinku.

Acara kedua, undangan salah seorang teman, kolega, dan guru bagiku. Muhammad Anwar Sani, namanya. Seorang pegiat zakat di salah satu LAZ terkemuka di jakarta. Sosok yang rendah hati dan energik.
Siang hari itu, ia SMS kepadaku. Ia mengatakan bahwa ia sedang berada di Surabaya untuk undangan sebuah resto makanan Jepang bertaraf nasional. Ia mengajakku bertemu. Aku pun merespon undangannya. “Ok, kita ketemu setelah sholat isya-tawarih ya” balasku via SMS.
Kami pun bertemu di lobi sebuah hotel berbintang 4 di tengah kota Surabaya.
“Enak juga ya jadi ustadz. Kemana-mana diantar” ujar Mas Sani, panggilan karibnya, mengawali perjumpaan. Seperti biasa, sosok satu ini selalu bersahaja.
Singkat cerita, kami, Saya, Mas Sani dan Dicky (rekan saya di LMI), berdiskusi di kamar hotel. Mas Sani mengatakan bahwa ia diundang resto tersebut untuk berceramah di beberapa outlet resto tersebut mulai Jakarta, Bandung, dan Surabaya. “Lumayan padat jadwal saya Ramadhan ini,” kata Mas Sani.
Ia pun mulai bercerita seputar aktivitasnya di dua lembaga sosial, yang satu Lembaga Amil Zakat, satu lagi Lembaga Pengelola Sedekah ternama di Jakarta. Termasuk pengalaman spiritualnya yang berkaitan dengan bersedekah.
“Intinya sedekah sampe pool-poolan (habis-habisan),”ujarnya dengan aksen betawi. Ia bilang, kalau sedekah “nanggung” alias sedikit, tidak akan terasa impactnya kepada kita.
“Saya pernah sedekahkan mobil saya. Mobil itu saya beli kredit, Dp-nya utang lagi. Saat itu mobil tersebut saya rentalkan. Hasil rentalnya saya pake bayar cicilan bulanan selama 4 tahun. Saat Itu masih cicilan kurang 2 tahun. Eh kata Ustadz (Ust. Yusuf Mansur) disuruh sedekah. Saya sempat pikir-pikir. Akhirnya saya jalanin (sedekah). Subhanallah, sekarang saya malah dapet 2 mobil. Walaupun keduanya mobil operasional (di dua lembaga tadi), tapi saya bisa pake tiap hari. Daripada dulu, saya punya mobil, eh gak bisa nikmatin pake, karena direntalkan.
Karena sedekah, Mas Sani mendapat banyak sekali balasan kenikmatan dari Allah. “Saya dapat Laptop setelah sedekah komputer. Saya pernah dapet umroh gratis. Ini blackberry (sambil menunjukkan gadget yang lagi ngetren itu) juga dikasih orang, gak beli. Saya sedekah rumah, dapat rumah baru. Semuanya karena sedekah yang dibalas Allah SWT.”
Kata Mas Sani, keajaiban sedekah memang tidak bisa dinalar dengan logika matematis. Semuanya misteri Allah. Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT.

Sahabat, satu lagi kenikmatan bersilaturahim saya rasakan. Ayo perbanyak saudara dengan ber silaturahim dan berbagi kepada sesama dengan berderma.
Zzzzz....Zakat,Yuk!


Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq

Zakat:
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandirino. 008010 7373

Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandirino. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835

Waqaf:
Bank Permata Syariahno. 2901 452655

Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandirino. 008010 7342

Kesehatan = Harga Mahal?

oleh : Wahyu Novyan
15 September 2009 jam 11:35
Awal Ramadhan 1429 H,
Saat itu, aku dan salah seorang rekanku bersilaturahim ke seorang relasi yang menjabat kepala divisi di sebuah kantor regional BUMN ternama di Indonesia. Ia mengeluhkan mahalnya biaya persalinan karyawan BUMN tersebut yang harus ditanggung perusahaannya. Persalinannya dengan operasi Caesar. Kepala divisi tersebut bahkan sampai menyamakan profesi dokter, khususnya dokter spesialis kandungan dengan (maaf) pelaku pemerasan. “Ya, masak biaya persalinan sampai lebih dari dua puluh juta rupiah. Itu buat apa aja?” katanya dengan nada agak tinggi. “Memang kita perusahaan komersial, tapi ya itu tetap mahal sekali.” Ia pun mengeluhkan tentang hilangnya nilai sosial dari pada profesional di bidang kesehatan itu.

Berselang beberapa waktu kemudian, di lokasi yang berbeda, kali ini di kantorku, Kantor Lembaga Manajemen Infaq. Aku jumpa Kawan karibku yang satu ini ini. Sudah lama aku tak copy darat dengannya. Maklum, profesinya sebagai PR di sebuah perusahaan minuman berlevel internasional, membuatnya sibuuuk sekaliii.
Di akhir ramadhan, ketika menunaikan kewajiban zakatnya, ia bercerita bahwa anaknya juga dilahirkan secara Caesar di sebuah Rumah Sakit Bersalin top di Surabaya. Ia bilang biayanya mendekati kisaran 20juta. “Alhamdulillah semua ditanggung perusahaan. Kalau biaya sendiri, uang dari mana?” sergahnya padaku.


Akhir Ramadhan 1430H,
Malam itu, salah seorang rekanku di LMI, bercerita tentang persalinan anak keduanya yang juga Caesar. Biaya yang dibutuhkan juga cukup banyak, mencapai 9 juta-an... itu sudah pilih-pilih RS Swasta yang kelas menegah.... mungkin ia khawatir di RS plat merah, meski biaya relatif terjangkau (baca: murah) tidak dapat layanan memadai, ini sebagaimana rahasia umum..
Rekan saya itu pun mengatakan, untuk sebuah kesehatan memang tidak ternilai harganya...

Subhanallah...
Aku langsung terbayang saudara-saudara kita yang jauh dari kemapanan ekonomi. Bagaimana mereka menjalani persalinan anak-anak mereka? darimana biayanya? Jangankan untuk biaya operasi Caesar yang mencapai puluhan juta rupiah, sekedar membayar bidan saja mungkin tiada kemampuan. Belum lagi untuk tetek bengek pra dan pasca persalinan, untuk popok dan bedak bayi, untuk susu dan makanan bayi, dan lain sebagainya. Bagaimana anak-anak bangsa ini akan tumbuh sehat dan kuat, bila sejak lahir berkekurangan..?
Allahu Akbar...Engkau Maha Besar ya Allah...

==============

Sahabat, di awal tahun 2009, kita dikejutkan oleh sebuah fenomena dahsyat tentang batu bertuah Ponari, bocak kecil asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Konon, Ponari kecil bisa menyembuhkan aneka penyakit menggunakan batu bertuah tersebut. Orang pun berbondong-bondong mendatangi tempat Ponari praktek. Lokasi sempit, diserbu ribuan manusia yang berjejalan, bencana pun terjadi. puluhan orang pingsan, terjatuh, terinjak-injak. Bahkan beberapanya meninggal dunia. Astaghfirullah... begitu murahnya harga nyawa manusia negeri ini.
Di negeri ini, orang bisa mati dengan banyak cara yang aneh..mengenaskan.....

Di negeri ini, semuanya serba berbiaya. Orang bilang “Buang air kecil saja bayar”. Apalagi berobat. Makanya, tidak heran bila pengobatan ala Ponari dan sejenisnya, bisa laku keras! Soale, murah-meriah-manjur!
Buat sebagian masyarakat kita yang masih dibawah garis kemiskinan, ekonomi pas-pasan atau ‘senin-kamis’...berobat ke dokter atau RS, apatah lagi medical checkup rutin untuk mencegah penyakit parah, adalah barang mahal. Buat makan aja susah..
Lalu bagaimana ketika mereka sakit dan harus berobat ke dokter atau RS? Mereka nyaris gak pernah dapat layanan kesehatan memadai. Kalaupun mereka pengguna askes-maskin, apakah mereka dapat pelayanan prima sebagaimana para pasien kelas atas? Ya, minimal pelayanan yang nguwongke (memanusiakan, red) lah. Masak mau disamakan dengan hewan semisal kambing atau sapi yang bisa diinapkan di kandang super bau...
mmmhhhm..mungkin aku berlebihan mendramatisasi ya...tapi aku pernah lihat di rumah sakit pemerintah kelas bangsal, ya begitu itu. Boro-boro ada senyuman manis dan sapaan hangat para dokter dan perawat, disambangi aja udah mending... nasiiib jadi orang kecil ya..

++++++++++

Anda pernah dengar nama RUMAH SEHATi?
Ya. ini adalah sebuah program layanan kesehatan terpadu untuk masyarakat tak mampu.... Betul, untuk saudara-saudara kita yang kurang secara ekonomi.... penggagasnya adalah kawan2 Lembaga Manajemen Infaq (LMI)...sebuah organisasi nirlaba yang berkhidmat pada pemberdayaan masyarakat..
Saat ini, RUMAH SEHATi baru ada satu di lokasi Bratang Gede Surabaya...masih ngontrak lagiii...maklum dana swadaya dari masyarakat. So, very limited...
Layanan yang tersedia berupa persalinan dan pengobatan umum...
biayanya itu lho, sangat murah...bahkan bisa gratis untuk pasien tertentu...maksudnya pasien yang (tentunya) masuk kategori dhuafa alias miskin...
program ini udah jalan hampir 2 tahun lho... alhamdulillah udah lebih dari 100 orang ibu bersalin Cuma-Cuma alias gratis..dan ribuan orang lain dapat layanan pengobatan murah..

Saat ini, si LMI dapat kepercayaan untuk mengelola sebidang tanah waqaf di daerah Barata Jaya...
Di tanah ini, mulai dibangun RUMAH SEHATi permanen! Alias gak ngontrak lagi...supaya pasien dhuafa lebih nyaman berobat. Karena lokasinya gak pindah-pindah...tul kan?

Di RUMAH SEHATi (permanen) ini, bahkan direncanakan akan ditambah layanan kesehatannya. Ada poli umum, ada poli gigi, layanan persalinan juga tetap ada. Dan ada laboratorium! Jadi buat kaum tak berpunya, bisa tuh dapat medical checkup murah atau bahkan GRATIS!!
Ditambah lagi ada Mobile Medical Rescue-nya lho... sebuah layanan pengobatan mobile alias berkeliling....LMI menyebutnya MOBIL SEHATi...kerenkan namanya?..
MOBIL SEHATi ini juga akan menjalankan fungsi edukasi kesehatan dengan metode jemput bola....Dengan begini, akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya hidup sehat, dan mendapatkan layanan kesehatan memadai.
Dengan RUMAH SEHATi, LMI juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak bangsa ini. Senang kan bila kita jadi bangsa ya sehat?

Ayo, kawan kita dukung penuh RUMAH SEHATI-LMI, dengan dukungan riil dan konkret.
Agar semakin banyak lagi saudara-saudara kita yang tersenyum bahagia, karena kesehatan mereka terperhatikan. Insya Allah...


for further info:
031-599 8484,
031-7048 4848

ato my private number
0816 52 6868


Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq

Zakat
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7373

Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandiri no. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835

Waqaf:
BCA no. 5200 60 3399
Bank Mandiri no. 141 000 780 4636
Bank Permata Syariah no. 2901 452655

Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandiri no. 008010 7342

Sop Buntut 62000

oleh : Wahyu Novyan
20 Oktober 2009
Buat Anda penggemar Sop Buntut, mungkin cerita ini bisa jadi pelajaran.
Malu bertanya, abis deh uangnya…

Siang itu, aku tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, transit menuju Kota Padang. Ku lihat jam menunjukkan pukul 14.30 WIB….”hmm, pesawatku baru jam 16.30WIB, masih dua jam lagi,”batinku. Terpikir juga, perutku masih belum diisi nasi hari ini. Tadi pagi Cuma sepotong telur ceplok dan segelas teh hangat aja yang jadi teman sarapanku. Maklum, aku lagi berstatus BULOK=Bujang Lokal! Istri dan kedua jagoan cilikku, untuk sementara ku tinggal di Rumah Mertuaku di Mojokerto.

Kembali ke Soekarno-Hatta.
Sambil mengirim SMS ke beberapa rekan, aku melirik sebuah Restoran. “Wah ini local punya neh…cocok ama kondisi perut+kantong,” batinku. Jujur, aku gak terlalu doyan makanan fast food ala barat. Meskipun kalo terpaksa, dan gak ada pilihan lain, ya sikat aja.
Setelah celingak-celinguk sebentar dari luar, aku pun memilih masuk ke resto tersebut. Tas dan semua gembolanku (baca: barang bawaan) ku taruh di meja. Ku panggil seorang waiter, Tanya menu. Si waiter menjawab singkat, “langsung pesan aja pak”.
Radar perutku pun membimbingku ke meja display makanan. Mataku segera tertuju ke mangkuk berisi sop buntut. “Mbak, saya sop buntut satu ya. Pakai nasi. Minumnya es jeruk,” sahutku kepada penjaga. Aku pun menuju kasir. “berapa, Mbak?” sergahku segera. Nampaknya perutku udah gak bisa diajak kompromi. Sejurus kemudian aku sayup-sayup mendengar si kasir menjawab pertanyaanku tentang harga, tapi kurang jelas. “Berapa, Mbak?” ulangku. “Enam puluh dua ribu, pak,” ulangnya.
“Hah! Enam puluh dua ribu,” batinku setengah tidak percaya. Buru-bur uku membayar, karena yang antre di kasir cukup banyak.
Ku bawa makanan ke mejaku. Aku periksa struk belanja makananku tadi. Ya, benar, disitu tercantum enam puluh dua ribu. Empat puluh ribu sop buntutnya, enam belas ribu, es jeruknya, enam ribu nasi putihnya. “Glek…mahal amat!” Ku perhatikan baik-baik, apa istimewanya sop buntut satu ini. “Biasa!” Ku perhatikan juga es jeruk dalam gelas plastik. “Ya, ampun…es jeruk Cuma segini ini enam belas ribu..”
…….
Sebelum nafsu makanku hilang karena harga yang mengejutkan, aku pun segera berdoa dan menyikat hidangan pesananku itu…
“Makanku harus terasa nikmat, supaya harga mahal ini terbayar di perut,” demikian batinku. Dan Alhamdulillah, emang jadi nikmat..

Sahabat, aku belajar satu hal, bahwa benar lah kata pepatah, Malu bertanya, sesat di tengah jalan. Dalam konteks ini, malu bertanya abis deh uangnya…he, he, he…

Kadang, asumsi saja jelas tidak bisa jadi pegangan yang baik.
Aku tadi jelas berasumsi, bahwa resto local ini, dengan tampilan yang benar-benar biasa, tidak seperti lounge di sebelahnya yang berkesan mewah, akan menghadirkan hidangan dengan harga ‘cukup’. Aku paham lah bahwa membeli makan di bandara pasti lebih mahal. Namun jujur, aku gak menyangka semahal sop buntut tadi. Lha wong aku biasa di bandara membeli makanan fast food ala barat. Dan harganya paling Cuma sepertiga atau maksimal setengah harga yang kubayar tadi.
Any way, aku dapat pelajaran baru kan…
It’s ok…lain kali lebih hati-hati lagi dalam menentukan pilihan. Dan ingat, jangan tertipu penampilan luar!

Sukses selalu buat kita semua
Amiin

Besok datang lagi ya Kak...

oleh:wahyu Novyan
20 Oktober 2009

Pagi ini, keceriaan Nampak di wajah polos anak-anak Ambung Kapur. Sebuah desa di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman. Anak-anak korban bencana gempa ini mendapatkan pendidikan bernuansa ceria ala tim Trauma Healing Mobile Programme (THMP) LMI. Tim yang digawangi Kak Budiarna, Kak Choiri Setiawan, dan Kak puguh ini mengajak anak-anak Ambung Kapur keluar dari kesedihan dan trauma akibat gempa. Sekitar 20 anak usia SD berkumpul bersama Kak Budi dkk.

“Ayo, siapa yang berani untuk tampil mendongeng atau bercerita?” tantang Budi kepada bocah-bocah polos itu. Para bocah pun saling mendorong temannya dengan tersipu-sipu, khas gaya anak-anak.
Dan beberapa anak pun berani tampil. Diantara mereka ada yang bercerita tentang para pahlawan asal negeri minang, dan ada juga yang mendongeng cerita-cerita rakyat.

Menurut Kak Budi, pendekatan dongeng dan cerita dapat membuat anak mengekspresikan diri secara optimal. “Dan ketika si anak berani mengekspresikan diri, itu petanda baik, bahwa si anak mulai melupakan trauma akibat bencana yang dialaminya. Bila ini diterapi secara berulang-ulang, maka secara berangsur, kondisi psikologis anak akan membaik,” ujar Kak Budi.

“Kami juga sudah merencanakan beberapa pendekatan dalam menangani kasus trauma pada anak. Intinya membuat mereka ceria dan bergemberi kembali,” jelas relawan yang sudah berpangalaman menangani kasus trauma pasca bencana ini. “Kami sudah pernah menggunakan sejumlah pendekatan ini di kasus trauma pasca bencana Gempa Jogja-Bantul dan Tsunami Pangandaran. Alhamdulillah efektif. Tentu tetap membutuhkan penyesuaian-penyesuaian dengan konteks masyarakat tersebut,” imbuh Budi.

Mohammad Thamrin, siswa kelas enam SD 08 Ambung Kapur, merasa senang dengan kehadiran Kak Budi dkk. “Besok datang kesini lagi ya, Kak…” Pintanya manja.

Besok pagi, Rabu, 21 Oktober 2009, tim THMP LMI kembali akan beraksi ke sejumlah lokasi, mengajak para bocah bergembira ria, melupakan semua trauma. Semoga. (why)

Arahkan Cintamu

by. Dimas Pamungkas

Jika setiap helai rambut dari hewan qurban akan menjadi amal kebaikan, maka upayakanlah manfaat hewan qurban kita dapat dirasakan oleh orang-orang yang lebih tepat mendapatkannya. Coba perhatikan di setiap kali penyelenggaraan qurban, terutama pada saat distribusi daging, masih ada orang-orang yang sebenarnya tak lebih berhak mendapatkannya namun tetap masuk dalam daftar penerima. Sayang sekali, karena kondisi yang demikian selalu terulang-ulang setiap tahun. Berapa banyak kaum lemah yang semestinya masuk dalam daftar penerima, namun hanya memandang kosong harapan mereka untuk bisa menikmati daging qurban. Sementara itu, berapa banyak pula orang-orang yang tak bosan-bosannya terus menerus menjadi penikmat hewan qurban, padahal di tempat lain masih banyak yang lebih berhak darinya.

Bahwa hakikat qurban merupakan wujud pengorbanan seseorang untuk menunjukkan nilai cinta kepada Allah yang tak pernah terbiaskan oleh cintanya kepada harta yang dimilikinya, maka seharusnya arah cinta itu tetap terjaga dengan memperhatikan kepada siapa hewan qurban kita terbagi. Setiap pequrban boleh menentukan siapa saja yang bakal menikmati hewan qurbannya.

Pequrban, adalah mereka yang memiliki kelebihan harta, yang dengan hartanya itu ia bermaksud berbagi nikmat kepada orang lain. Karenanya ia pun boleh mengarahkan sesiapa yang boleh menikmati daging qurbannya. Fakir miskin, anak-anak yatim, orang-orang yang masuk dalam kategori dhuafa (lemah), juga mereka yang tengah berada dalam kesulitan, semestinya lebih menjadi perhatian para pequrban. Dengan demikian, niat berbagi nikmat kepada orang-orang yang lebih berhak tetap terjaga.
Nyatanya, masih banyak pequrban yang tak terlalu perhatian siapa saja yang telah menikmati hewan qurbannya. Tidak sedikit yang peduli, kepada siapa seharusnya daging qurbannya terdistribusi. Kini, saatnya pequrban lebih cermat dalam berqurban, agar niat serta tujuan beribadahnya terjaga dengan baik. Sebab, berqurban tak semata mengikuti sunnah Nabi Ibrahim, melainkan juga wujud cinta kepada sesama. Maka, arahkanlah cinta itu kepada yang lebih tepat menerimanya.
-------
“Mbekkk...Grakkk!”
Ayo...BerBagi Qurban bersama LMI di Sumatera, Papua, NTT & Jawa Timur.

TIPE HEWAN QURBAN 1430
A. Tipe Peduli : (harga sudah termasuk biaya operasional)
1. Kambing >23kg - Rp. 850.000
2. Sapi >200kg - Rp.8.000.000
3. Sapi Kolektif - Rp.1.200.000/org (7 orang)

B. Tipe Berbagi : (harga sudah termasuk biaya operasional)
1. Kambing >29kg - Rp. 975.000
2. Sapi >250kg - Rp.9.500.000

C. Paket Care to Sha...re : (harga belum termasuk biaya operasional)
1. Beli 40 ekor Kambing Paket Peduli 40 ekor kambing bayar 39 ekor kambing
2. Beli 5 ekor Sapi Bonus 1 ekor kambing

Pembayaran melalui rekening
BCA - 5200 2424 00 a.n. Lembaga Manajemen Infaq

Hubungi : 70 4848 48 / 599 8484
Kunjungi : www.ayozakat.com
E-mail : info@ayozakat.com

Ketika Mereka Berharap

Pernah kah Anda merasakan sebuah kondisi, dimana ada sebongkah harapan besar, disematkan atau dipikulkan dipundak ringkih Anda?

Atau sebaliknya, kita menitipkan harapan pada seseorang dengan sepenuh keyakinan, orang tersebut akan memenuhi harapan kita?

Subhanallah…pasti terasa berat, ketika harapan kita itu ternyata tidak terealisasi..apapun alasannya.

Kadang, persis seperti seorang anak kecil yang kecewa ketika harapan yang ia sematkan kepada orangtuanya tidak berbalas. Merengek-rengek, meraung, menjerit, menangis sedih, dan berbagai ekspresi lainnya, dia lakukan sebagai ungkapan kekecewaan itu.

Sebagian lagi menyikapi dengan lebih dewasa. Mungkin menangis sedih, tapi ditahan dalam hati. Mungkin kecewa mendalam, tapi disimpan rapi dalam dada.

______________________________________


Saudaraku..
Di ujung timur Indonesia..nun jauh disana,
Saudara-saudara kita di pedalaman Jayapura-Papua, berharap ada perhatian dan dukungan bagi mereka yang minoritas..
Yang mereka tahu, kita di kota-kota besar negeri ini, adalah saudara-saudara seiman mereka, yang berkecukupan dan siap-sedia membantu dan mendukung mereka...
itu yang diajarkan oleh para da’I yang terjun di wilayah pedalaman, untuk menyeru dan berdakwah..

Begitu juga saudara-saudara kita yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT)..
Mereka juga minoritas…hanya 9 persen..
Mereka butuh didukung agar teguh keimanan mereka..
Dan, yang mereka tahu..
kita di kota-kota besar negeri ini, adalah saudara-saudara seiman mereka, yang berkecukupan dan siap-sedia membantu dan mendukung mereka...
begitu yang diajarkan oleh para da’I yang berkhidmat di wilayah pedalaman, untuk menyeru dan berdakwah..

Di Sumatera Barat,
saudara-saudara kita korban Gempa akhir September lalu..
kini dalam kondisi harap-harap cemas..
akan kah pemberitaan tentang gempa Sumatera Barat yang semakin hilang ditelan isu politik terkini,
adalah petanda hilangnya perhatian, dukungan dan bantuan bagi mereka untuk bangkit pasca bencana…
karena nyatanya, bencana kemarin, telah memporak-porandakan segala yang mereka miliki..
dan butuh waktu serta energi besar untuk membuat semua kembali normal..
dan itu artinya, dukungan dan bantuan moril-materil untuk mereka, masih sangat dibutuhkan…


Saudaraku,

Mereka di Papua, NTT, Sumatera Barat, dan segenap saudara kita yang kini masih terjerembab dalam kondisi kekurangan dan kemiskinan,
Kini menitipkan harapan mereka kepada kita semua..

Ada kah daging qurban yang bisa mereka nikmati di hari bahagia ‘Idul Qurban 1430H, yang akan hadir dalam hitungan hari saja…?

Ada kah sebentuk perhatian dan dukungan bagi mereka, untuk terus meneguhkan keimanan dan berupaya bangkit dari keterpurukan..?

Qurban Anda bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, di pelosok sana..
tentu akan memiliki nilai berbeda bagi Anda dan juga mereka…

Bagi Anda Pequrban, ada rasa puas dan bahagia bisa BerBagi Qurban dengan saudara-saudara minoritas nun jauh disana..

Bagi mereka, ada rasa bahagia dan haru, karena harapan mereka berbalas nyata..
tidak sia-sia mereka berharap
dan tidak sia-sia mereka menyebut kita sebagai SAUDARA…

Nabi kita bersabda:
“Dan Allah akan menolong hambaNya, selama hamba tersebut senantiasa menolong saudara (hambaNya) yang lainnya.”


Saudaraku,

Mari BerBagi Qurban kepada saudara-saudara kita
Di pelosok NTT, Papua, Korban Gempa Sumatera Barat dan Jawa Timur

Rasakan kebahagiaan dan kepuasan tiada tara…
Serta keberkahan dari-Nya, dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang..


Rekening Khusus Qurban a/n Lembaga Manajemen Infaq
Syariah Mandiri no. 0080.10 7373
BCA no. 5200 2424 00

Info lebih lanjut hubungi:
031-599 8484, 7048 4848
www.ayozakat.com

“Mak, mana daging qurbanku..?”

24 November 2009 jam 10:47

Di sebuah daerah terpencil,
di bilangan Indonesia bagian timur,
Orang bilang, disitu termasuk daerah tertinggal,
Banyak anak menderita kurang gizi dan bahkan…busung lapar



Ali, namanya. Bocah kecil usia 3 tahun itu resah. Ya. Nampak dari wajahnya yang tirus, dengan tulang pipi yang menonjol. Ali tengah menanti sesuatu. Ya. Sesuatu yang benar-benar diharapkannya.

+++++++

Tadi malam, Bono, Bapak Ali berkata: “Ali, besok insya Allah kita akan kedatangan rejeki. Kita akan pesta sate kambing atau sapi. Kamu mau nggak?”

“Wah, sate ya? Mau, mau, Pak!” tukas Ali Girang.

“Memang besok ada apa Pak?”

“Besok itu kan, hari Raya Qurban, Nak. Para muslim yang mampu diperintahkan untuk berqurban, dengan memotong kambing, sapi atau kerbau. Dan akan dibagi-bagikan kepada saudara-saudara muslim yang lain, khususnya yang kurang mampu,” jelas Bapak Ali.

“Asyiik…aku udah gak sabar nunggu besok, Pak” Ali benar-benar senang.

+++++

Ali kecil masih terus saja sabar menanti. Sedari pagi, sepulang sholat Idul Adha di lapangan desanya, Bapak Ali pamit keluar rumah. Katanya mau bantu-bantu panitia masjid desa, sembelih hewan qurban.

Wajah pucat bocah itu menggambarkan pengharapan yang teramat sangat. Daun pintu gubug reotnya pun, seolah merasakan hal yang sama, sesekali berderit serak berhimpitan dengan lantai cor-coran kasar, akibat dorongan angin. Daun pintu yang terbuat dari triplek bekas itu, sama lunglainya dengan tubuh kurus Ali; sama rentannya.

Matahari bergeser perlahan mendekati sejajar dengan ubun-ubun. Hari semakin terik. Bono, Bapak Ali belum juga kembali. Resah. Ali beringsut ke belakang rumah.

Ifah, Emak Ali masih merapikan bagian belakang rumah, yang berhimpitan dengan bibir sebuah kali kotor, yang sudah 2 bulan lebih mengering akibat kemarau panjang.

“Mak, aku lapar. Mau makan sate,” ujar Ali lirih.

“Sabar ya nak. Bapakmu kan sedang membantu panitia qurban di masjid desa. Insya Allah nanti pulang bawa daging qurban, buat sate. Lagi pula sekarang Emak nggak ada uang untuk belanja makanan, “ balas Ifah menenangkan putra tunggalnya.
“Tapi Bapak kok dari tadi belum pulang?” sergah Ali tidak sabar. Perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi.

“Iya, mungkin hewan qurban yang disembelih banyak. Jadinya lama. Sabar ya, Li,” tukas Ifah.

“Ayo kita sholat zhuhur dulu. Setelah itu, kamu tidur siang aja ya, sambil nunggu Bapakmu pulang,” ajak Ifah pada anaknya.

++++

Siang berganti sore. Menjelang maghrib, Bono belum ada tanda-tanda kembali pulang.
Ali semakin resah. Dipeganginya perutnya yang kembung dengan air putih, yang sedari tadi diseruputnya banyak-banyak, demi berkompromi dengan rasa lapar.

Sayup-sayup, terdengar langkah seorang dewasa menuju gubug reot Ali.

“Bapak!!” pekik Ali kegirangan.

Secepat kilat ia sambut tubuh kusut Bono, Bapaknya, sembari dicari-carinya bungkusan daging qurban.

“Mana, Pak daging qurbannya?”pinta Ali.

Bono, lelaki berusia 40-an itu diam. Tiada kata yang meluncur dari bibirnya.

Wajahnya kusut. Menghitam akibat terpaan terik mentari berkepanjangan. Sekujur tubuhnya kotor berlumuran darah dan bebauan hewan sembelihan. Ia bergegas masuk rumah. Lemas. Ia selonjorkan pasrah tubuhnya di lantai cor-coran kasar.

“Ali..maafkan Bapak ya, nak. Hari ini kita belum dapat rejeki sate qurban,” ujar Bono memulai penjelasan.

“Ternyata, masjid kita hanya menghimpun sedikit hewan qurban. Jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mendapat sumbangan dari beberapa lembaga amil zakat di pulau Jawa. Padahal warga yang antre sangat banyak. Lebih banyak dari tahun lalu,” lanjut Bono lirih. Lirih sekali suaranya, seperti menahan pedih.

“Sebenarnya, Bapak tadi dapat jatah daging qurban, karena bantu penyembelihan. Tapi warga yang antre berebut, dan jatah punya kita ada yang merebut…. “

Suara Bono terhenti…

Sesegukan ia..

Tercekat oleh tangis pilunya…

“Maafkan Bapak ya, Nak….”
Hari itu, Bono, Ifah, dan Ali terpaksa menutup hari dengan berpuasa makan. Karena memang tiada makanan yang tersedia. Berharap ada daging qurban yang menjadi hak mereka, para dhuafa. Dan ternyata, harapan itu kini hilang tak bersisa.
(Sebuah perenungan kecil, Pagi hari, 24 November 2009/ 7 Dzul Hijjah 1430 H. Nama yang tertera disini bukanlah nama sebenarnya.)


Saudaraku, adakah diantara kita semua yang berkenan untuk memenuhi harapan para dhuafa tentang daging qurban? Mereka disana berpacu dengan kefakiran dan pemurtadan yang senantiasa menghantui. Pilihan mereka tentang masa depan, terbatas. Sebatas pertanyaan lirih:”apa besok kita makan?”


Ayo, BerBagi Qurban untuk saudara-saudara kita di NTT, Papua, korban Bencana Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Insya Allah, ibadah Qurban Anda akan jauh lebih bermakna.
Hubungi: 031-7048 4848, 031-599 8484

Rekening BerBagi Qurban LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq

BCA no. 5200 2424 00
syariah Mandiri no. 008010 7373

Relawan, sebuah panggilan jiwa

oleh Wahyu Novyan (catatan) 24 Oktober 2009 jam 14:04

24 Oktober 2009, dini hari

Indra, namanya. Pemuda berbadan subur asal Jakarta ini sudah 2 pekan lebih bergabung sebagai relawan Aksi Cepat Tanggap-ACT di bencana Gempa Sumatera Barat. Ketika ditanya seputar motivasinya menjadi relawan di bencana ini, ia menjawab enteng: “Pengen membantu para korban”

Budiarna Nur Rochmad, mahasiswa asal Unair Surabaya pun demikian. Ketika gempa mengguncang, Kak Budi, panggilan akrabnya langsung mendaftarkan dirinya sebagai relawan bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Dengan sejumlah pengalamannya di bencana-bencana lainnya seperti Gempa Jogja dan tsunami Pangandaran, Budi spontan terpanggil untuk membantu korban gempa Sumbar.

Hal senada dengan Dodi Kurniadi. Bujangan asal Ngawi ini pun spontan bergabung menjadi relawan LMI di gempa Sumbar. Bahkan Dodi bersedia meninggalkan kesempatannya bekerja di sebuah project besar di Papua demi panggilan jiwa tersebut. Dengan sejumlah pengalamannya di lokasi bencana, Dodi memang bisa memberikan banyak bantuan bagi para korban bencana.

Ada pula yang heroic. Seperti yang dilakukan oleh Ali Badri, relawan asal Pandeglang Banten. Ia dan kawan-kawannya di Badak Offroad berangkat melalui jalan darat dengan membawa 2 mobil offroad 3000cc. “Kami berangkat berlima dengan kawan-kawan. Dengan dua mobil. Lumayan perjalanan darat 4 hari. Alhamdulillah bisa bergabung dengan relawan lain disini,” ujar Ali Badri. Bahkan Ali dengan timnya sempat melakukan aksi heroic dengan melakukan aksi evakuasi longsor di padang panjang. Padahal saat itu polisi pun sudah angkat tangan.

Ada lagi. Awaluddin. Bapak dua anak asal Manado, yang begitu bersemangat datang ke Sumatera Barat untuk menjadi relawan. Pria tinggi besar ini sampai rela meninggalkan istri dan anak-anaknya demi menjadi relawan. “Bagi saya, menjadi relawan adalah semacam panggilan jiwa,”tegas Awaluddin.

Jujur, saya pun semakin lama berkecimpung dalam dunia kerelawanan, juga merasakan hal yang serupa. Seolah ada emotional bonding, ikatan emosional antar relawan. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, para relawan bisa bersinergi dalam niatan mulia: MEMBANTU MERINGANKAN BEBAN PARA KORBAN BENCANA.

Relawan memang sebuah panggilan jiwa. Panggilan bagi jiwa-jiwa perkasa yang senantiasa siap sedia menolong dan membantu sesama. Kapan saja, dimana saja. Let’s Care to Share.

1 angka ajaib

PERKALIAN DERETAN ANGKA 1, HASILKAN DERETAN ANGKA “AJAIB”
Bagikan
09 Desember 2009 jam 13:09
Percaya nggak, perkalian deretan angka 1 di bawah ini menghasilkan deretan angka “ajaib”. Kalau anda kurang yakin, hitunglah pakai kalkulator !



111.111.111 x 111.111.111 = 12345678987654321

Jumat, 01 Januari 2010

Ralat

Kepada saudaraku yang empunya sumber artikel,maaf ya...
ternyata salah tulis
Kepada pengunjung blog,artikel2 di blog ini sebagian hasil copy paste dengan seijin beliau.di alamat www.neotuxer.net (Maaf artikel yang lalu tertulis www.neotuxer.com)
Demikian ralat ini
jangan lupa tinggalkan coment sekaligus jd follower eaa...

Si Jenius

Sumber : www.neotuxer.com
Gordon Brown, si Jenius Matematika Berusia 8 Tahun
Xavier Gordon-Brown bocah berusia 8 tahun mengantongi ijazah GCSE di bidang matematika dengan nilai yang sempurna A*. GCSE atau singkatan dari General Certificate of Secondary Education (GCSE) sendiri adalah ijazah akademis yang khusus menilai berdasarkan mata pelajaran tertentu. Ujian ini biasanya diambil oleh anak-anak berusia 15-16 tahun atau seusia siswa tahun terakhir SMP di negara Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

Untuk mendapatkan ijazah tersebut, perjuangan Xavier cukuplah berat. Xavier yang berasal dari Haywards Heath di kota Sussex, Inggris, harus menjalani jarak sejauh 140-mil atau setara dengan lebih dari 225 km setiap minggunya demi menjalani les privat kota Hertfordshire.
Namun meskipun meraih posisi kesepuluh dalam ujian tersebut, banyak ahli matematika menyebut hasil ini membuat kualitas para peserta menjadi tampak menurun. Bagaimana tidak, apa kata orang jika seorang anak berusia 8 tahun saja bisa mendapatkan nilai A*.

Sementara itu, ujian itu juga diikuti oleh siswa berusia di bawah umur lain Jude Alli yang masih berusia 6 tahun. Meskipun hanya mendapatkan nilai D dalam ujian tersebut, dengan percaya dirinya Alli tetap menyebut matematika adalah pelajaran yang mudah. hmmm....

sumber : kagakribet.com

Bayi Cewek Cowok

Sumber : www.neotuxer.com
Faktor-Faktor Yang Menentukan Jenis Kelamin Pada Bayi
Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja.” Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Bisa!

Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat menentukan jenis kelamin pada calon buah hati Anda, diantaranya:

1. Faktor makanan

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam, mineral kalium dan natrium.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium (lihat jenis makanan diatas).

2. Faktor waktu (kapan berhubungan)

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 2–3 hari sebelum ovulasi (masa subur). Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Waktu berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya.

Bagaimana mengetahui periode masa haid? Pada saat temperatur atau suhu tubuh meningkat. Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record dan alatnya dapat dibeli di apotek-apotek.

3. Faktor penetrasi

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Suami harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Suami disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam pada saat berhubungan, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.

4. Faktor Orgasme

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Upayakan istri dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan.

5. Faktor persiapan istri

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Sebelum coitus, basuh vagina dengan 2 sendok makan larutan white vinegar/cuka yang sudah dicampur dalam 1 liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda kue yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih, sehingga suasana menjadi basa.

6. Faktor posisi

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Disarankan posisi waktu berhubungan adalah yang klasik/berhadapan yaitu, posisi istri di atas suami sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Posisi suami pada waktu berhubungan berada di atas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).

sumber : http://www.forumbebas.com/thread-96193.html

Kupu-Kupu

oleh Andri Kusuma Harmaya
Aku ingin jadi pegawai biasa
dengan gaji biasa
menikah dengan wanita biasa
punya lima anak
tiga laki-laki
dan dua wanita
kalau bisa

Jika semua anak lelakiku sudah bekerja
dan semua anak wanitaku sudah menikah
aku ingin pensiun saja
lalu bermain catur setiap hari
dengan tetangga
menikmati masa tua
dengan mudah
kalau bisa

Dan jika aku mati
semoga lebih dulu
dari istriku
di pangkuannya
kalau bisa

Tuhan,
terima kasih
atas semuanya.

Ngenet Pinter

Sumber : www.neotuxer.com
Ngenet 1 Jam Tiap Hari Dorong IQ Lebih Tinggi
Kabar baik untuk para pengguna internet. Laporan peneliti menyebutkan, melakukan kegiatan online di internet minimal sejam dalam sehari bisa meningkatkan IQ dan kemampuan mengingat.

Peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) membandingkan otak partisipan yang sering menggunakan internet dan yang jarang menggunakan internet.

Hasilnya, grup partisipan yang melakukan surfing sejam dalam sehari selama 5 hari memiliki bagian otak depan (prefrontal cortex), yaitu bagian otak yang berfungsi mengambil keputusan dan menerima informasi kompleks yang lebih aktif, padahal bagian itu sebelumnya tidak aktif.

“Hal ini menunjukkan bahwa fungsi otak dapat berubah dan meningkat sangat cepat seiring dengan penggunaan internet. Kemampuan memproses informasi dan mengerjakan kegiatan multitasking tanpa error juga meningkat. Studi ini menunjukkan bahwa IQ rata-rata pun bisa meningkat dengan budaya digital,” ujar Gary Small, Profesor Psychiatry dan Bio-Behavioural Science di UCLA seperti dilansir Dailymail, Senin (14/12/2009).

Bahkan melakukan kegiatan yang biasa-biasa saja seperti menyortir email bisa meningkatkan kemampuan otak dalam mengambil keputusan mana yang penting dan tidak penting, dan hal itu bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Namun peneliti mengingatkan bahaya penggunaan internet yang berlebihan bisa mempengaruhi cara berpikir, merasa dan berkepribadian.

“Kelebihan internet bisa merusak keahlian interpersonal dan kekurangan hubungan sosial. Jika Anda bekerja seharian di depan komputer, pastikan Anda juga bergaul dengan orang-orang sekitar ketimbang melakukan sosialisasi di dunia maya atau mencari hiburan dengan bermain game di internet,” ujar Profesor Small.

sumber : mjdb.blogdetik.com

Kamera Tembus pandang

sumber : www.neotuxer.com

Korea Berhasil Kembangkan Kamera Tembus Pandang


SEOUL- Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang, nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.
Oleh karenanya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menuntaskan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatan yang dapat tembus pandang. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan kamera tembus pandang yang dapat menerobos baik bagian dalam baju maupun obyek di dalam kabut. Pengembangan kamera gelombang milimeter untuk yang ke-dua kalinya di dunia.

Suatu lembaga riset Korea Selatan pada tanggal 19 Oktober lalu di kota Yongin, propinsi Kyeonggi, menyelenggarakan presentasi tentang kemampuan MIRAE, Milimeter-Wave Imaging Radiometer Equipment, atau sejenis kamera yang mampu mendeteksi gelombang milimeter sehingga tembus pandang.

Dalam presentasi itu, MIRAE berhasil menangkap secara tepat posisi dan garis bentuk sebuah mobil yang berada di belakang layar tebal. Sementara itu, kamera biasa dan kamera sinar infra merah gagal menangkap posisi dan garis bentuk mobil itu. Disamping itu, kamera tembus pandang itu mampu mengambil imaji nyata obyek yang berada di dalam jilatan api dan asap kebakaran serta berhasil mendeteksi sebuah pistol yang disembunyikan di dalam baju. Menurut lembaga tersebut, mereka berhasil mengembangkan kamera tembus pandang itu setelah mencurahkan usahanya selama 3 tahun terakhir. Hal ini merupakan keberhasilan kedua di dunia.

Rahasia gelombang milimeter

Gelombang milimeter merupakan kunci utama bagi pengembangan kamera tembus pandang. Teori tembus pandang menerapkan penggunaan gelombang sinar di luar areal sinar tampak yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh manusia. Melalui proses penampilan imaji gelombang milimeter yang relatif panjang dibandingkan dengan gelombang sinar tampak dan sinar infra merah, kita dapat melihat objek yang berada dalam keadaan samar-samar akibat adanya penghalang.

Kamera gelombang milimeter dapat mengambil imaji obyek, melalui penerimaan gelombang milimeter yang dipancarkan langsung dari obyek itu secara alamiah. Penggunaan kamera ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Apakah kamera sinar infra merah dan sinar-X yang sudah lama dipakai dalam kehidupan manusia, mampu tembus pandang?

Sinar yang mampu menembus penghalang

Kita mampu melihat dengan tembus pandang melalui perubahan sinar infra merah yang dipancarkan dari tubuh kita secara alamiah menjadi sinar tampak, seperti halnya kamera sinar infra merah, meskipun kita tidak dapat melihat obyek di luar jangkauan sinar infra merah dan sinar ultra ungu. Sinar infra merah memiliki gelombang panjang dapat menembus baik kain baju maupun kegelapan untuk mencari posisi obyeknya. Fungsi itu sekarang diterapkan untuk melancarkan kegiatan SAR. Ditambah lagi, sinar-X di lapangan terbang digunakan untuk mendeteksi apa yang disembunyikan dalam balik pakaian atau tubuh manusia dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diharapkan dalam perlindungan keamanan penumpang.

Dalam edisi baru-baru ini, majalah ilmiah Inggris, New Scientist memperkenalkan 10produk ilmu pengetahuan yang dapat mengubah pola kehidupan manusia secara besar-besaran dalam 30 tahun mendatang. Dalam produk tersebut, ada alat yang dapat kita gunakan untuk melihat sebuah benda yang disembunyikan, seperti halnya seorang Superman.

Dengan kata lain, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi internasional kini berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan teknologi tembus pandang. Tim riset Universitas Utah, Amerika Serikat berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengejar dan menangkap gerak-gerik manusia atau benda dibalik dinding tebal dengan alat pemancar radio tanpa kabel, dengan menerapkan metode pengambilan imaji vertikal tanpa kabel, atau RTI.

Angkatan darat Amerika Serikat juga berhasil mengembangkan teknologi LifeReader, yakni peralatan tanpa kabel yang dapat memonitor detak jantung dan pernapasan dalam waktu bersamaan terhadap sekelompok manusia. Ditambah lagi, sebuah teknologi canggih juga dikembangkan untuk mentransfer informasi yang dikumpulkan oleh kamera digital mini pada kaca mata yang dikenakan oleh tuna netra kepada elektroda yang dicangkokkan pada lidah tuna netra itu. Dengan kesimpulan, dalam waktu tidak lama lagi, pengembangan ilmu pengetahuan.

sumber : Surya

kisah-Kisah tragis di sekitar kita

Maraji’: www.neotuxer.com
Beberapa hari tidak sempat untuk update blog karena menghimpun beberapa berita yang ada di sekitar kita, yang mungkin beberapa diantaranya membuat miris dan selalu beristighfar, berita-berita tersebut antara lain :

Kisah Wanita Pecandu Aborsi
Puerto Rico, Mendengar kisah seorang wanita asal Puerto Rico yang melakukan 15 kali aborsi dalam 15 tahun akan terasa sangat miris dan menyedihkan. Irene Vilar, wanita yang menulis buku Impossible Motherhood itu pun dijuluki sebagai wanita pecandu aborsi.

Irene Vilar adalah wanita yang terlahir di Puerto Rico pada tahun 1974, dimana saat itu sebanyak 37 persen wanita yang sudah berkeluarga dimandulkan untuk berpartisipasi dalam sebuah studi yang dilakukan Amerika tentang pemakaian pil aborsi.

Wanita yang mengaku telah melakukan 15 kali aborsi dalam 15 tahun itu dilahirkan dari keluarga berantakan. Ibunya adalah seorang pecandu dan pernah menjalani operasi saluran kemih yang memicunya depresi dan akhirnya meninggal dunia karena bunuh diri. Ayah dan kedua kakak laki-lakinya pun merupakan pecandu heroin.

Pada saat duduk di bangku kuliah, Vilar bertemu dengan seorang profesor berumur 50 tahun yang akhirnya menjadi suaminya. Pernikahannya tidak berjalan dengan baik karena sang suami tidak pernah ingin memiliki anak. Ia percaya bahwa memiliki anak hanya akan menghilangkan keinginan dan kemampuan seksualnya.

Selama pernikahannya dengan sang suami yang lebih tua 34 tahun darinya, vilar sudah melakukan 12 kali aborsi. Sejak awal, suaminya selalu berkata bahwa ia menyukai wanita muda dan tidak gampang sakit hati. Ia pun mengatakan bahwa wanita yang punya anak hanya akan menjadi korban gender dan tidak bisa menikmati kebebasan.

Vilar pun menjadi stres dan selalu mencoba membunuh jabang bayi yang dikandungnya setiap kali ia hamil. Namun anehnya, ketika ia sudah berhasil menggugurkan kandungannya, ia jadi ketagihan untuk melakukannya lagi. Ia merasa harus melakukan sesuatu untuk melukai dirinya sendiri.

"Saya selalu mengonsumsi pil aborsi setiap kali hamil. Tapi setelah aborsi yang ke-9 dan 10, saya merasa ada sesuatu yang kurang jika tidak melakukannya lagi. Lalu ketika hamil lagi, saya merasa senang karena dapat melakukan aborsi lagi," ujar Vilar seperti dikutip dari Jezebel, Jumat (9/10/2009).

Vilar akhirnya mengakhir perkawinannya dengan sang professor pada tahun ke-8 pernikahannya. Ia merasa tidak tahan lagi dengan sikap suaminya yang narsis dan suka mengatur.

Ia pun mengaku bahwa keberaniannya membuat buku yang berjudul Impossible Motherhood terinspirasi dari kisah keluarganya yang sebagian besar pecandu narkoba dan juga keadaan ekonominya yang terpuruk.

Namun dalam bukunya itu banyak pertanyaan yang tidak terjawab seperti bagaimana ia bisa hamil beberapa kali? Apa yang terlintas di kepalanya saat melakukan aborsi atau sudah pernahkah ia mencoba cara lain untuk mencegah kehamilan seperti pemakaian kondom?

Para ahli mengatakan bahwa Vilar mungkin mengalami gangguan mental. Namun mereka tidak terlalu terkejut dengan kasus yang dialami Vilar, karena hampir 10 persen wanita yang melakukan aborsi berulang-ulang, biasanya akan kecanduan dan terus melakukannya lagi.

Meskipun Vilar merasa tindakannya sudah membuatnya ketagihan, namun ia merasa sangat terganggu dan tidak ingin ada orang lain yang melakukan hal yang sama seperti dirinya.

sumber : health.detik.com

Anak Manajer Bioskop 21 di WTC Serpong Diperkosa dan Digorok
TANGERANG (Pos Kota) - Peristiwa pembunuhan anak manajer bioskop 21 di WTC Serpong, Tangerang Mingu petang, membuat gempar tetangganya.

Saat itu warga sekitar tak menyangka jika anak pertama pasangan Suyanto dan Ny Sriatun ini merupakan korban pembunuhan. Pasalnya sebelum rumah korban terbakar, Feby berteriak minta tolong dengan luka penuh sayatan.

Ny Sri Mulyani, tetangga korban yang saat itu berada di luar rumah terkejut melihat rumah anak manjer bioskop 21 tersebut terbakar. Tak lama berselang, Feby pun berlari keluar rumah dengan luka sayatan. Ny Sri Mulyani pun kemudian membawa Feby ke RS Sari Asih, Sangiang.

Namun nyawa gadis berkulit putih ini tak terselamatkan. Feby tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Warga sekitar pun sibuk berusaha memadamkan api yang membakar rumah korban.

Si jago merah pun ikut membakar rumah Apu, tetanga korban yang saat itu tidak berpenghuni. Kedua rumah tersebut ludes dilalap si jago merah.

DIPERKOSA

Feby, anak manajer bioskop 21 tewas digorok di dalam rumahnya, di Perumahan Villa Tangerang Indah Blok AF1 No 21 Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Jatiuwung Kota Tangerang Minggu (1/11) sore.

Kuat dugan motif pembunuhan ini berlatar belakang dendam, karena barang-barang korban tidak ada yang hilang. Selain lehernya digorok, korban mengalami luka bakar.

Siswi kelas II SMP ini tewas dengan luka sayatan di leher dan tangannya. Sebelum dibunuh, gadis malang ini juga diduga diperkosa, karena dijenazah korban terdapat cairan putih di kelamin korban.

Foto Bugil Finalis Putri indonesia 2008
Kesucian ajang kontes kecantikan putri indonesia ternodai. belakangan beredar photo bugil finalis putri indonesia 2008 yang benama Ayu Wandira dari Sulawesi Tengah. ntah apa latar belakang dari Ayu Wandira melakukan foto syur tersebut. ntah foto tersebut asli atau hasil editan tangan jahil ntah lah.

semoga saja foto hasil editan ya. bagi mau lihat fotonya bisa dicari di google. foto yang beredar ini tergolong vulgar. karena beberapa merupakan photo topless. bahkan tanpa busana sehelai benang pun. benar-benar telanjang. kalau mau download versi komplit alias uncensored lengkapnya bisa cari sendiri.

sumber : lintasberitas.com

Berhubungan Intim dengan Mayat Sejak Zaman Mesir Kuno
DALAM ilmu seksologi, berhubungan seks dengan mayat dikenal dengan istilah nekrofilia. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia.

Ada 3 tipe penderita nekrofilia. Pertama, necrophilic homicide, penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual. Kedua, regular necrophilia, si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual.

Ketiga, necrophilic fantasy, si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya. Teori tentang motif seseorang melakukan penyimpangan seks yang pertama disebabkan ia takut berhubungan dengan normal. Ia takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.

Melihat kasus Iwan maka hal ini masuk akal. Iwan agaknya bertepuk cinta sebelah tangan. Kebaikan Alia disalahartikan oleh Iwan. Untuk mendapatkan cinta Alia, Iwan menempuh cara tidak manusiawi. Perbuatan menyimpang itu sebenarnya bukan hal baru. Sejarah Mesir Kuno ribuan tahun lalu mencatat, para suami yang takut mayat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh pembalsem, menyimpan mayat istrinya di rumah sampai benar-benar membusuk.

Salah satu yang menjadi legenda hingga kini adalah Raja Herod yang membunuh istrinya, kemudian berhubungan seks dengan mayatnya selama lebih dari 7 tahun. Sementara pada beberapa kebudayaan kuno aktivitas itu dijadikan media berkomunikasi dengan jin. Dalam lintasan sejarah, tercatat Sersan Bertrand dari resimen ke-74 militer Prancis pernah membongkar kuburan beberapa wanita dan berhubungan seks dengan mayat wanita itu.

Guido Henckel von Donnersmarck (mati 1916) juga diduga melakukannya dengan mayat istri pertamanya yang ia simpan dalam tangki alkohol raksasa. Ada juga orang bernama Henri Blot yang membongkar kuburan seorang penari balet, Fernande Mery, pada Maret dan Juni 1886 dan berhubungan seks dengan mayat itu.

(wen/berbagai sumber)BANGKA POS


Kemasan Kondom Bergambar Beckham
Madrid – David Beckham memiliki daya tarik tersendiri, selain menjadi model Giorgio Armani, kini ‘Becks’ merambah iklan kondom, nah lho?

Museum The Thyssen-Bornemisza di Madrid menampilkan beberapa kondom baru, dengan berbagai macam foto di bungkus kondom itu, dari koleksi Tears of Eros.

Dan salah satu foto dari museum yang memajang puluhan kondom terbaru itu adalah foto Beckham sedang tertidur yang diambil fotonya oleh Sam Taylor, dimana foto asli tersebut dipasang di Galery Foto Nasional London tahun 2004.

Baroness Thyssen yang mendirikan museum Madrid ini, dengan cepat mementahkan reaksi negatif yang memasang foto Bekcham tercetak dalam bungkus kondom tersebut.

“Saya melihat tidak ada alasan kenapa semua orang harus dipertentangkan. Ini cara menjadikan seni sebagai bentuk kebebasan dan tanggungjawab bersama,” kata Baroness seperti dikutip dari The Sun.

Selain untuk seni, Baroness melihat ini juga dapat digunakan sebagai ajang kampanye untuk kehidupan seks yang lebih sehat dan bertanggungjawab di seluruh Spanyol.

Sumber : INILAH.COM

Perut Cicin Penuh Silet, Kawat, dan Tusuk Konde
SITUBONDO, TRIBUN – Masih ingat Noorsyaidah, perempuan asal Samarinda yang terus menahan derita karena di dalam perutnya bersarang banyak kawat tajam? Ternyata penderitaan sejenis menimpa perempuan asal Situbondo, Cicin Listi Vitasari.

Perempuan usia 30 tahun, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, itu terpaksa harus menahan sakit selama tiga bulan lebih karena di dalam perutnya bersarang benda-benda tajam berbahaya, seperti pisau silet lipat, kawat, biji stapler, jepit rambut, dan tusuk konde.

Cicin kini dirawat di ruang Dahlia nomor 6 RSUD Situbondo, sejak 25 Agustus lalu. Keluarganya tidak percaya ketika hasil rontgen memperlihatkan bahwa beberapa benda berbahaya itu bersarang di perut Cicin.

Ia pun hanya bisa menahan sakit karena tim dokter belum bisa berbuat apa-apa. Langkah pembedahan melalui operasi tidak bisa dilakukan dengan alasan kondisi Cicin masih lemah. Perut Cicin bahkan terlihat semakin membesar dan kondisi kesehatannya terus menurun.

“Saya terkejut dan tidak percaya, ketika tahu penyakit Cicin seperti ini. Ada banyak benda logam di dalam perutnya,” ujar HM Suwalis, ayah Cicin kepada Surya, Jumat (28/8).

Suwalis mengaku sudah dua kali membawa Cicin untuk opname di RSUD Situbondo. Namun, setelah dilakukan rontgen dan terlihat benda-benda logam tersebut, terpaksa Cicin kembali dibawa pulang karena dokter tak bisa mengobatinya.

“Saya kemudian berpikir, penyakit ini mungkin tidak cukup hanya melalui jalan medis, tetapi harus melalui cara penyembuhan alternatif. Masuk dari mana semua benda logam itu, sedangkan anak saya tidak mungkin memakan benda-benda itu,” ujar Suwalis.

Suwalis juga mengaku kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit yang menurutnya tidak segera mengambil langkah untuk mengoperasi perut anaknya untuk mengeluarkan benda-benda berbahaya tersebut. Pihak rumah sakit hanya menyarankan agar Cicin dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya atau ke RS Soebandi Jember.

“Sejak awal seharusnya pihak rumah sakit memberi tahu kepada keluarga kami kalau memang tidak memiliki kelengkapan peralatan medis. Jangan lalu anak saya digantung nasibnya seperti ini, kasihan dia sering mengeluh kesakitan,” pungkas Suwalis.

Cicin sendiri tidak mau diwawancarai, dengan alasan mulutnya juga terasa sakit untuk bicara. Ia juga mengeluh bahwa ada gangguan pada pernapasannya. Ia hanya tergolek lemas di tempat tidur. Selang infus dan transfusi darah menancap di lengan kirinya. Bahkan, kedua lubang hidungnya harus diberi selang oksigen.

Ciuman Julia Perez Laku Rp 10 Juta Untuk Amal
Julia Perez ikut meramaikan acara lelang amal untuk korban gempa Jawa Barat. Ciuman di pipi dari perempuan yang akrab disapa Jupe itu pun laku Rp 10 juta.

Dalam acara yang diselenggarakan di MU Cafe, Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2009) malam, Jupe berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 20 juta. Separuhnya berhasil didapat Jupe dari lagu 'Belah Duren'.

"Tadinya takut nggak ada yang nawar, tapi akhirnya ditawar juga," ujar Jupe usai acara, Kamis (17/9/2009).

Jupe mengaku aksi cium pipi tersebut dia lakukan dengan spontan. Menurut Jupe itu seperti salam cium pipi kiri dan kanan yang biasa ia lakukan dengan sahabat. Apakah sang kekasih, Gaston Castano tak cemburu?

"Nggaklah. Nggak kok," jawabnya sambil tersenyum.

sumber : detik.com

Pengemis Terkaya di Indonesia
Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.



Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.

Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

sumber : k-a-s-k-u-s.us

Anak Jual Orang Tua Rp1,5Juta Di Internet
Connecticut - Seorang anak di Connecticut, Amerika Serikat, bikin heboh dengan menjual kedua orang tuanya sendiri di situs klasifikasi iklan, Craigslist. Pelaku bernama Michael Amatrudo bahkan cuma membanderol harga yang sangat murah, yakni US$ 155 atau sekitar Rp 1,5 juta.

"Orang tua yang benar-benar sempurna seharga US$ 155. Aku telah mendapat banyak manfaat dari keduanya, namun sekarang waktunya untuk melangkah. Mereka berdua dalam kondisi bagus. Mereka masih akan hidup cukup lama..." demikian tertera dalam iklan bersangkutan.

Matrudo mengaku sering mengunjungi Craiglsit dan sering pula keheranan dengan barang-barang unik yang dijual pengunjung demi mendapat uang. Itu membuatnya ingin mencoba hal yang sama.

"Aku pun coba menjual sesuatu yang unik," tukas Amatrudo yang dikutip detikINET dari FOX 61, Selasa (1/9/2009). Tentunya, Amatrudo tidak benar-benar berniat menjual orang tuanya melainkan hanya dimaksudkan untuk candaan.

Dan ternyata, banyak orang yang mengirimkan e-mail tanggapan terkait iklan itu. Namun sebagian besar dari mereka tahu bahwa iklan tersebut tidak sungguhan.

Lalu bagaimana tanggapan orang tua Amatrudo mengetahui ulah anaknya yang kurang ajar? Rupanya mereka sama sekali tidak marah dan malah menanggapinya dengan nada canda.

"Aku tidak terkejut. Semua anakku punya rasa humor. Kami suka itu," tukas Arlene Amatrudo, ibu dari Amatrudo.

sumber : detikInet.com

Penghasilan Pengemis di Jakarta Tembus Rp4 Juta perbulan
Jadi pengemis di Jakarta ternyata memang sangat menggiurkan, apalagi bekerja sendirian.

Dari penelusuran Berita8.com, Senin (31/8) Kus (47) wanita asal Karawang mengatakan bahwa penghasilan mengemis di Jakarta lebih besar dari gaji tukang cuci baju bahkan kantoran.

"Kalau dihitung pengasilan lebih besar dari penghasilan tuka cuci baju atau kantoran," kata pengemis yang mangkal di wilayah Jalan Ragunan, Jakarta Selatan.

Dia juga mengaku jika dalam satu bulan bisa mengantongi Rp 1,3 juta sampai Rp 3,5 juta bahkan tembus Rp 4 juta lebih.

Dalam mengemis, wanita yang selalu menggendong anak ini mengaku tidak bekerja sendirian, bersama teman seprofesinya sebagai pengemis dia juga sering menjadi buruan Satpol PP DKI Jakarta.

"Habis bagaimana lagi, kerja gajinya kecil tidak cukup mas," sambungnya.

Sementara itu catatan Dinas Sosial DKI Jakarta jumlah PMKS di Ibukota bisa tembus angka 17.000 yang tersebar di 72 titik, terutama di Jakarta Barat dan Timur.

Di Jakarta sendiri Peraturan Dearah (Perda) No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum (tibum) tidak melarang warga bersedekah tapi mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi.

sumber : berita8.com

[video] Bocah 10 Tahun Dijadikan Pembantu dan Disiksa
Seorang bocah berumur 10 tahun, diduga dijual orangtuanya untuk menjadi pembantu rumah tangga. Ironisnya sang majikan tidak memperlakukannya secara manusiawi.



sumber : http://www.tvone.co.id/

Siapa

PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
Bagikan
13 Desember 2009 jam 14:09

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun
menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah
Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.


Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan
pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,
kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit,
makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.


Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia
pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia
tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak
memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.


Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,
bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di
meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok
garpu.


Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main
dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat
pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.


Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan
kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku
tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di
kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus
dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat
dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia
memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.


Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya
bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia
berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun
perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu
mendengar dia bercerita.


Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah
dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya
teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan
kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di
advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.


Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis
pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan
dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum
baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering
termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau
aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.


Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih
dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya
dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha
masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,


" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak
mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia
terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja
sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah
melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti
siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya,
tidak pernah sedetikpun !


Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.
Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku
melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau
memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada
sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami
kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu
komputernya dibanding aku.


Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku
nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang
lucu2.


Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang
bergejolak dihatinya.


Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah
menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.


Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun,
rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia
berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau
lihat surat papa buat tante Meisha ?"


Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,


Dear Meisha,


Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan
pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku
mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.


Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku
memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika
aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.
Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa,
tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan
yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa
hampa, meskipun aku menikahinya.


Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.


Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik
orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen
pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa,
asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan
segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan
seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya
aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku
hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my
heart.


yours,


Mario


Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun
baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat
mengerti dan menyayangiku.


Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.
Dia mencintai perempuan lain.


Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir
setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku
letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.


Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku
mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu
aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa
heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan
bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku
dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran,
sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak
pernah menginginkan aku menjadi istrinya.


Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga
seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ?
Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan
tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam
dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.


Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan
pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai
perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku
akan selalu mencintainya.


**********


Setahun kemudian…


Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah
pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.


" Mario, suamiku….


Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali
bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu
terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku
ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu
posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu
asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin,
ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si
puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu
dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja
untukku…..


Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman
kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.


Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?
Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu
menjadi istriku ?"


Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.


Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah
bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu.
Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.


Istrimu,


Rima"


Di surat yang lain,


"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi
sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak
pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat
cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat
memandang Meisha……"


Disurat yang kesekian,


"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.


Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2
padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika
emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau
sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang
kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih
hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak
kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur
disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena
penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….


Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan
tetap berusaha dan menantinya…….."


Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata
indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.


Disurat terakhir, pagi ini…


"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.
Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan
memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling
enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai
kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali,
dan aku hanya mengendarai motor.


Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya
tidak sakit.


Tahukah engkau suamiku,


Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan
hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar
kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi
dihatimu ?………"


Jelita menatap Meisha, dan bercerita,


" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari
mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2
kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya
diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat
dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya
terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak
lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik
ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia
sangat dewasa.


Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
membacanya.


Dear Meisha,


Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi
marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang
dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan
memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki
dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?


Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.
Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan
mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana.
Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….


Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya
telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang,
ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Nice story. Semoga Bermanfaat

Kata-kata yang tepat

Alkisah seorang juragan garam terkaya di Madura ingin melihat ibukota Jakarta dimana Presiden “yang seorang Kyai” tinggal. Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat.
Setelah ticket berada ditangan dia langsung menuju ke pesawat dan langsung duduk di business class. Tidak lama berselang, seorang business man naik pesawat dan mendapati kursinya telah diduduki oleh penumpang lain, maka terjadilah peristiwa seperti berikut:

Business man : Ma’af pak ini tempat duduk saya.
Madura : Sampeyan siapa (tanya Madura kepada business man)
Business man : Saya penumpang.
Madura : Lho sesama penumpang kok ser-ngoser.
itu kan masih banyak kursi yang lain.
sampeyan dodok saja disana.

Karena tidak ingin terjadi keributan maka si businessman menemui pramugari dan mengadukan hal tersebut.
Dan setelah mengecek ticket milik business man, si pramugari menghampiri si Madura.

Pramugari : Ma’af pak, bapak tidak boleh duduk di sini.tempat bapak di bagian lain.
Madura : Sampeyan siapa (tanya Madura kepada pramugari)
Pramugari : Saya Pramugari.
Madura : Apa itu pramugari saya ndak tahu, apa kerjaan sampeyan…?!
Pramugari : Saya bertugas melayani bapak.
Madura : Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok ser-ngoser.saya ndak mau (hardik si Madura
Karena kehabisan akal si pramugari menjumpai Kapten dan mohon bantuan atas perihal tersebut.
Kapten pun mendatangi si Madura..

Kapten : Ma’af pak, tempat duduk ini milik bapak yang itu,
jadi bapak harus duduk di tempat yang lain.
Madura : Sampeyan siapa (tanya si madura dengan kesal)
Kapten : Saya pilot.
Madura : Apa itu pilot, apa kerjaan sampeyan.
Kapten : Saya yang nyopir pesawat ini.
Madura : Saya naik bis ndak pernah di ser-oser sama sopir.pokoknya saya mau duduk disini.

Akhirnya semua kehabisan akal dengan ulah si madura. tapi untunglah penumpang terakhir yang baru naik adalah mbok Bariyah.
Langsung saja Pramugari menceritakan hal tersebut dan minta pertolongan kepada mbok Bariyah.

Pramugari : ehh, mbok Bariyah, selamat siang. mbok tolong saya ya, ada penumpang yang bikin repot nih.
mbok Bariyah : Penumpang yang mana.
Pramugari : Itu, bapak yang dari madura itu, harusnya duduk di kelas ekonomi tapi dia
terlanjur duduk di tempatnya bapak ini.
mbok Bariyah : ooh, gampang itu, serahkan saja ambek saya, pokoknya ditanggung beres.

Serta-merta mbok Bariyah menghampiri Bapak Madura.

mbok Bariyah : He..He.. pak sampiyan mau kemana.
Madura : Oh, saya mau ke Jakarta.

mbok Bariyah : Lho…sampiyan salah pak, tempat duduk ini untuk tujuan Medan, kalau keJakarta tempatnya disana, disebelah belakang. itu tempat sampeyan masih kosong.
Madura : Oh…iya.., ini untuk yang mau ke Medan ya….
terema…..terema…. ya bik…..

Kesimpulannya : Ternyata peraturan tidak selamanya bisa diterapkan secara letterlek.
Penerapannya harus menggunakan taktik dan strategi

Nothing to lose

EASY GOING orang yang menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan tertekan dengan masalah-masalah yang berada di luar kendalinya.
BERSIKAP POSITIF selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
KECERIAAN karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tetapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia dapat mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Jenuh Hidup?

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?”, tanya Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang”.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : “Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu”. Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Singkat cerita, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

5 Menit

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan. Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?

HIKAYAT SI BUTA

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.
Top of Form
Diperbarui sekitar 5 bulan yang lalu • Komentari •SukaTidak Suka