oleh: Wahyu Novyan
Rabu, 090909
Aha, hari ini aku dapat dua undangan luar biasa, dari 2 sosok manusia yang juga luar biasa.
Pertama, undangan berbuka dari seniorku, yang juga sudah ku anggap kakak serta mentorku, yang juga donatur LMI. Zainal Abidin, namanya. Dosen UPN yang terkenal gaul dan selalu energik.
Hari itu, anak ketiganya, Fathurrahman Abidin genap berusia 4 tahun. Bertepatan dengan Ramadhan mulia, Mas Abi, sapaan akrab Zainal Abidin, menyelenggarakan tasyakuran dan buka bersama anak-anak yatim Yayasan Amanah, binaan LMI.
Acara berlangsung seru, penuh kebahagiaan. Mas Abi dan Keluarga berbaur bersama para Anak yatim, para mahasiswa/i UPN yang juga jadi seksi sibuk, dan tak ketinggalan para punggawa LMI.
Mas Abi pernah berkata padaku, “Aku mau banyak berbagi rejeki kepada sekelilingku.” Ia ingin silaturahimnya dengan banyak orang bisa terjaga dengan cara berbagi kepadulian.
“Tak heran rizki yang Allah berikan kepadanya seolah tiada pernah putus. Terus mengalir tiada henti”. Demikian batinku.
Acara kedua, undangan salah seorang teman, kolega, dan guru bagiku. Muhammad Anwar Sani, namanya. Seorang pegiat zakat di salah satu LAZ terkemuka di jakarta. Sosok yang rendah hati dan energik.
Siang hari itu, ia SMS kepadaku. Ia mengatakan bahwa ia sedang berada di Surabaya untuk undangan sebuah resto makanan Jepang bertaraf nasional. Ia mengajakku bertemu. Aku pun merespon undangannya. “Ok, kita ketemu setelah sholat isya-tawarih ya” balasku via SMS.
Kami pun bertemu di lobi sebuah hotel berbintang 4 di tengah kota Surabaya.
“Enak juga ya jadi ustadz. Kemana-mana diantar” ujar Mas Sani, panggilan karibnya, mengawali perjumpaan. Seperti biasa, sosok satu ini selalu bersahaja.
Singkat cerita, kami, Saya, Mas Sani dan Dicky (rekan saya di LMI), berdiskusi di kamar hotel. Mas Sani mengatakan bahwa ia diundang resto tersebut untuk berceramah di beberapa outlet resto tersebut mulai Jakarta, Bandung, dan Surabaya. “Lumayan padat jadwal saya Ramadhan ini,” kata Mas Sani.
Ia pun mulai bercerita seputar aktivitasnya di dua lembaga sosial, yang satu Lembaga Amil Zakat, satu lagi Lembaga Pengelola Sedekah ternama di Jakarta. Termasuk pengalaman spiritualnya yang berkaitan dengan bersedekah.
“Intinya sedekah sampe pool-poolan (habis-habisan),”ujarnya dengan aksen betawi. Ia bilang, kalau sedekah “nanggung” alias sedikit, tidak akan terasa impactnya kepada kita.
“Saya pernah sedekahkan mobil saya. Mobil itu saya beli kredit, Dp-nya utang lagi. Saat itu mobil tersebut saya rentalkan. Hasil rentalnya saya pake bayar cicilan bulanan selama 4 tahun. Saat Itu masih cicilan kurang 2 tahun. Eh kata Ustadz (Ust. Yusuf Mansur) disuruh sedekah. Saya sempat pikir-pikir. Akhirnya saya jalanin (sedekah). Subhanallah, sekarang saya malah dapet 2 mobil. Walaupun keduanya mobil operasional (di dua lembaga tadi), tapi saya bisa pake tiap hari. Daripada dulu, saya punya mobil, eh gak bisa nikmatin pake, karena direntalkan.
Karena sedekah, Mas Sani mendapat banyak sekali balasan kenikmatan dari Allah. “Saya dapat Laptop setelah sedekah komputer. Saya pernah dapet umroh gratis. Ini blackberry (sambil menunjukkan gadget yang lagi ngetren itu) juga dikasih orang, gak beli. Saya sedekah rumah, dapat rumah baru. Semuanya karena sedekah yang dibalas Allah SWT.”
Kata Mas Sani, keajaiban sedekah memang tidak bisa dinalar dengan logika matematis. Semuanya misteri Allah. Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT.
Sahabat, satu lagi kenikmatan bersilaturahim saya rasakan. Ayo perbanyak saudara dengan ber silaturahim dan berbagi kepada sesama dengan berderma.
Zzzzz....Zakat,Yuk!
Rekening LMI:
a/n LembagaManajemen Infaq
Zakat:
BCA no. 5200 16 3399
BNI Syariah no. 0092841978
Bank Mandiri no. 142000 463 9943
Bank Muamalat no.70100 55215
Bank Syariah Mandirino. 008010 7373
Infaq:
Bank Muamalat no.00000 18186
Bank Mandiri no. 142000 697 7291
Bank Syariah Mandirino. 008010 5811
BNI Syariah no. 0084666835
Waqaf:
Bank Permata Syariahno. 2901 452655
Kemanusiaan:
Bank Syariah Mandirino. 008010 7342
Tidak ada komentar:
Posting Komentar